Assange Anggap Diri sebagai Tangkai

Assange Anggap Diri sebagai Tangkai Petir PDF Print
Saturday, 23 October 2010
SEKALI lagi situs whistleblower (pembocor) WikiLeaks membuat heboh akhir pekan ini. Situs yang pernah membocorkan 70.000 dokumen rahasia perang Afghanistan itu kembali ”berulah” dengan memublikasikan sekitar 400.000 dokumen rahasia perang Irak milik Amerika Serikat (AS).

Pempublikasian itu kemudian kembali melambungkan nama Julian Assange,tokoh penting di balik kekontroversialan WikiLeaks.Pendiri situs whistleblower ini,sebagaimana sikapnya pada Juli lalu ketika dokumen rahasia perang Afghanistan dibocorkan, tetap mempertahankan sikapnya memublikasikan dokumen itu dan menyebut dirinya sebagai tangkai kilat untuk situsnya. Dalam jumpa pers kemarin, Assange menegaskan, dokumen militer AS yang dibocorkan situsnya itu memperlihatkan ”kebenaran” perang Irak.

”Pengungkapan ini adalah pengungkapan kebenaran,” ujar Assange di London, Inggris.“ Serangan terhadap kebenaran ini dimulai jauh bahkan sebelum perang dimulai dan akan terus berlanjut hingga perang usai.” Lantas siapakah sebenarnya Assange? WikiLeaks terkenal setelah mengungkapkan 70.000 dokumen rahasia perang Afghanistan, sementara nama Assange muncul setelah situs itu menampilkan video serangan udara AS di Irak yang menewaskan puluhan warga sipil.

Setelah perilisan data dan video itu,situs itu mulai menarik diri dari publik dan pendirinya pun menjadi sosok misterius. Assange mulai membuka diri setelah muncul di Konferensi Global TED, organisasi nonprofit yang mendedikasikan diri pada penyebaran ide berharga dan memfokuskan diri pada tiga subjek diskusi( teknologi,hiburan,dandesain), yang memberikan pandangan baru terhadap aktivitas situs itu dan pemimpinnya yang misterius.

Assange, 39, mengungkapkan, situs itu beroperasi di beberapa negara, termasuk Swedia dan Belgia di mana undang-undang setempat memberikan lebih banyak perlindungan atas kerahasiaan situs itu. Dalam diskusi dengan kurator TED Chris Anderson,Assange sempat ditanyai mengenai apakah benar dia pernah pindah sekolah sebanyak 37 kali saat masih kecil. Assange membenarkannya dengan penjelasan bahwa itu merupakan konsekuensi pekerjaan orang tuanya di bidang perfilman.

Assange mengaku pernah menjadi aktivis jurnalis saat masih remaja dan pernah disidang karenanya. Menurut majalah politik Mother Jones, saat masih remaja Assange adalah anggota kelompok hacker bernama International Subversives di Melbourne,Australia. Dia pernah mengaku bersalah dalam 24 dakwaan karena meng-hack situs pemerintah dan perdagangan Australia untuk menguji keamanannya.

Dia dibebaskan karena bersikap baik. ”Saya seorang pejuang, jadi saya tidak terlalu butuh perhatian, tapi ada cara memperhatikan korban bagi kejahatan polisi. Dan itulah sesuatu yang sudah ada dalam karakter saya selama bertahuntahun,” papar Assange. ”Saya adalah orang yang mampu, orang dermawan tidak menciptakan korban, mereka merawat korban.” Menurut Assange, situsnya mendapatkan material dari para whistleblower dengan berbagai cara,termasuk surat pos.

Dia mengungkapkan, WikiLeaks mencermatinya, merilisnya untuk publik,dan kemudian mempertahankan diri terhadap “serangan politik atau hukum”. Dia mengatakan, organisasinya jarang mengetahui identitas sumber pembocor dokumen rahasia itu. ”Kalau kami mengetahuinya pada beberapa kasus,kami menghancurkan informasi itu sesegera mungkin,”paparnya. Pada Maret lalu, dia pernah mengklaim bahwa WikiLeaks adalah ancaman bagi militer AS.

Semua orang bisa mengirimkan dokumen kepada WikiLeaks tanpa harus menyebutkan nama.Tapi, sebuah tim pengkaji yang terdiri atas sukarelawan dari pers, jurnalis, dan staf WikiLeaks akan memutuskan apakah dokumen itu bakal dipublikasikan atau tidak. ”Kami menggunakan teknik kriptografis yang maju dan teknik legal untuk melindungi sumber,” tutur Assange kepada BBC,Februari lalu.

Situs itu mengungkapkan menerima dokumen politik, diplomatik atau etis yang rahasia,tersensor atau terlarang,tapi tidak akan menerima rumor, opini atau sejenis laporan atau material yang sudah pernah dipublikasikan atau bisa diakses publik.” ”Kami menspesialisasi diri untuk mengizinkan para pembocor dan jurnalis yang disensor untuk memublikasikan material itu,” ujar Assange. WikiLeaks dioperasikan sebuah organisasi yang dikenal sebagai Sunshine Press dan mengklaim didanai para pengampanye hak asasi manusia, jurnalis investigasi, ahli teknologi,dan publik secara umum.

Sejak pertama kali muncul, WikiLeaks telah menghadapi berbagai macam tantangan hukum agar mereka offline. Pada 2008 lalu misalnya, Bank Swiss Julius Baer memenangkan pengadilan untuk memblokir situs itu setelah WikiLeaks mem-posting beberapa ratus dokumen tentang aktivitas di luar bank mereka. Namun, sejumlah ”cermin” situs itu––yang meng-hosting-i beberapa server berbeda di seluruh dunia–– terus beroperasi.

Selama beroperasi,WikiLeaks mengklaim telah melawan sekitar lebih dari 100 serangan hukum. Situs itu terutama dioperasikan ISP Swedia PeRiQuito (PRQ),yang menjadi terkenal setelah menghosting- i situs pembagi data, The Pirate Bay.”Kalau memang legal di Swedia, akan kami hosting dan akan tetap menjadi hosting-nya meskipun ada tekanan untuk menutupnya,” ujar ISP itu.

”Untuk mengamankan sumber kami, kami harus menyebarkan aset,merahasiakan semuanya,dan menggerakkan telekomunikasi dan orang di seluruh dunia untuk mengaktifkan undang-undang perlindungan di yurisdiksi nasional yang berbeda,”ujar Assange. (alvin)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s