materi sejarah sma kelas xi ipa

Agresi Militer Belanda I dan Perjanjian Renville

Ketidakkonsistenan Belanda dalam menaati isi dari perjanjian Linggarjati, menyebabkan mereka melakukan agresi ke wilayah Indonesia. Belanda melakukan agresi terbuka pada tanggal 21 juli 1947 yang menimbulkan reaksi hebat dari dunia internasional. Pada tanggal 30 juli 1947,pemerintah India dan Australia mengajukan permintaan resmi agar masalah indonesia segera dimasukan  dalam daftar agenda dewan keamanan PBB. Permintaan itu diterima dan dimasukan sebagai agenda dalam pembicaraan sidang dewan keamanan PBB.tanggal 1 agustus 1947 dewan keamanan PBB memerintahkan penghentian permusuhan kedua belah pihak dan mulai berlaku sejak tanggal 4 agustus 1947.
Dewan keamanan PBB akhirnya menyetujui usul Amerika Serikat, bahwa untuk mengawasi penghentian permusuhan harus dibentuk komisi  jasa-jasa baik. Indonesia dan belanda diberikan kesempatan untuk memilih satu negara  sebagai wakil untuk menjadi anggota komisi.Indonesia memilih Australia (diwakili oleh Richard Kirby), sedangkan belanda memilih Belgia di wakili oleh Paul Van Zeeland).kedua negara yang terpilih itu akhirnya menunjuk Amerika Serikat sebagai penengah (diwakili oleh Dr.Frank Graham). Komisi PBB ini dikenal dengan sebutan Komisi Tiga Negara(KTN).
agresi militer belanda I, kapal renville, perjanjian renville, KTN
Sebelumnya dibentuk komisi untuk melaksanakan gencatan senjata yang disebut dengan Komisi Teknis. Komisi Teknis dari pihak Indonesia dipimpin oleh menteri Kesehatan dr. Leimena dengan anggotanya Mr. Abdul Madjid , Letnan Jendral Oerip  Soemohardjo, Mayor Jendral Didi Kartasasmita , Klonel Simbolon dan Letnan Kolonel Surio Santoso, Dr. Styut dan Dr. P.J Koets.Diputuskan bahwa usul mengenai daerah bebas militer dianggap kurang praktis. Kemudian mereka mengeluarkan pernyataan dari tempat perundingan di Kaliurang yang isinya sebagai berikut:
a.       Dilarang melakukan sabotase.
b.      Dilarang melakukan intimidasi.
c.       Dilarang melakukan pembalasan dendam.
Perundingan diselenggarakan di atas geladak kapal  milik Angkatan laut Amerika Serikat, yang bernama U.S.S Renville. Perundingan dibuka tanggal 8 Desember  1947  dipimpin Herremans,wakil Belgia di KTN. Sementara itu, perundingan Komisi Teknis  mengalami jalan buntu, karena Belanda menolak saran KTN untuk melaksanakan keputusan Dewan  Keamanan PBB . Pihak Belanda tidak mau merundingkan soal-soal politik selama gencatan senjata belum beres. Pada kenyataanyya pihak Belanda hanya  menyetujui hal-hal yang menguntungkan dirinya saja.Selanjutnya KTN mengajukan usul politik yang didasarkan pada persetujuan Linggarjati, yaitu:
a.       Kemerdekaan bagi bangsa indonesia.
b.      Kerja sama indonesia-Belanda .
c.       Suatu yang berdaulat atas dasar federasi.
d.      Uni antara Indonesia Serikat dan bagian lain Kerajaan Belanda
Sebagai balasan usul KTN ,pihak Belanda mengajukan 12 prinsip politik yang disampaikan kepada pihak Indonesia. Prinsip Belanda  adalah pengurangan pasukan dan penghidupan kegiatan ekonomi. Akan tetapi dalam usulan tersebut tidak disebutkan masalah penarikan tentara Belanda.Belanda menyatakan bahwa hal itu merupakan usaha terakhir . Apabila ditolak, Belanda tidak mau lagi melanjutkan perundingan. Republik Indonesia diberi waktu 48 jam untuk menjawab usulan tersebut.
Sementara perundingan terus berlangsung, pihak Belanda juga terus membentuk negara-negara  boneka. Konferensi Jawa Barat II pada tanggal 16-19 Desember 1947 di Bandung bertujuan untuk menentukan status Jawa Barat sendiri. Dalam rapat itu dinyatakan bahwa Jawa Barat merupakan bagian dari wilayah Republik Indonesia dan status Jawa Barat tidak dapat dipisahkan dari Republik Indonesia. Selain itu, Belanda juga membentuk Komite Indonesia Serikat ,sebagaimana yang dinyatakan oleh Dr. Beel pada tanggal 19 Desember 1947 dan juga membentuk Negara Sumatera Timur.
Pada saat perundingan berlangsung diadakan reshuffle (perombakan)dalam Kabinet Amir Syarifuddin untuk memperkuat kabinet tersebut guna menghadapi perundingan dengan Belanda.Banyak yang menentang Kabinet Amir Syarifuddin semenjak kabinet tersebut menerima begitu saja ultimatum Belanda atas dasar 12 prinsip politik dan 6 tambahan dari KTN.

Sejarah Perjanjian Linggarjati

Pada masa awal kemerdekaan, beberapa permasalahan muncul diantaranya yang paling utama adalah keinginan kembali bangsa Belanda untuk menguasai Indonesia. Oleh sebab itu perlawanan datang di berbagai daerah di Indonesia. Mereka menolak kembali dijajah oleh Belanda. Oleh sebab itu mereka memiliki slogan lebih baik mati daripada kembali dijajah oleh Belanda.
Perlawanan hebat dari rakyat dan para pemuda Indonesia, untuk mempertahankan kemerdekaan menyebabkan Inggris menarik suatu kesimpulan bahwa sengketa antara Indonesia dengan Belanda tidak mungkin dapat diselesaikan dengan kekuatan senjata, melainkan dengan cara diplomasi.  Usaha merintis perundingan itu dilaksanakan oleh Letnan Jend. Sir Phillip Christison, Panglima AFNEI (ALLIED Forces Netherlands East Indies), demgam jalan mempertemukan presiden Soekarno dengan wakil gubernur Jend. Hindia Belanda Dr. H. J. Van Mook. pada bulan Oktober  1945.  Usaha Christisons mengalami kegagalan, karena masing-masing pihak berpegang pada pendiriannya.  Perundingan diadakan kembali pada tanggal 10 November 1946.  Inggris mengirim  Sir Archibald Clark Kerr sebagai duta istimewa ke Indonesia.  Dalam perundingan itu Belanda menginginkan Indonesia menjadi Negara  Persemakmuran (Commonwealth) melalui masa peralihan 10 tahun.  Sedangkan Indonesia menginginkan Negara berdaulat penuh atas  wilayah bekas jajahan Hindia Belanda. Dan Indonesia bersedian membayar utang pemerintah Hindia Belanda sebelum tanggal 6 Maret 1942.  Namun , Belanda menolaknya.
Perundingan dilanjutkan di Belanda, kota Hooge Velawe bulan April 1946.  Dalam perundingan itu Belanda menolak usul yang diajukan Clark Kerr tentang pengakuan kedaulatan secara  de facto terhadap Jawa dan Madura saja.  Sementara itu, usulan Belanda agar wilayah Indonesia tetap berada di bawah naungan kerajaan Belanda ditolak oleh RI.
Untuk menyelesaikan pertikaian Indonesia-Belanda, maka pada tanggal 10 November 1946 diadakan perundingan di Linggarjati.  Pihak Indonesia dipimpin oleh dr. Sudarsono, Jenderal soedirman dan Jenderal Oerip Soemohardjo.  Inggris mengirim Lord Killearn sebagai penengah setelah komisi gencatan senjata terbentuk.  Isi persetujuan Linggarjati antara lain :
a.  Belanda mengakui secara de facto wilayah RI meliputi Jawa, Sumatera, dan Madura
b. Pemerintah Republik Indonesia dan Belanda bersama-sama  membentuk Negara federasi bernama Negara Indonesia Serikat.
c.  Negara Indonesia Serikat tetap terikat dalam ikatan kerja sama dengan kerajaan Belanda, dengan wada Uni Indonesia-Belanda yang diketuai oleh Ratu Belanda.
foto perjanjian linggarjati
Setelah naskah ditandatangani, muncul pro dan kontra di masyarakat  mengenai hasil perundingan tersebut.  Golongan yang pro adalah golongan-golongan yang mendukung pemerintah, seperti golongan sosialis yang tergabung dalam sayap kiri.  Sebaliknya golonga yang kontra adalah golongan nasionalis, Islam dan sekuer yang tergabung dalam Gerakan Pemerintag Republik Indonesia.  Namun dengan menambah suara dalam KNIP, pemerintah Republik Indonesia berhasil mendapat dukungan KNIP.  Maka pada tanggal 25 Maret 1947 pihak Indonesia menyetujui Perjanjian Linggarjati. []

Pembentukan Provinsi pada Masa Awal Kemerdekaan

Pada masa awal kemerdekaan, Bangsa Indonesia berupaya untuk membentuk beberapa alat kelengkapan negara, misalnya membentuk kementrian dan departemen, membentuk alat pertahanan dan keamanan, tidak terkeculai membentuk provinsi untuk membagi wilayah negara Republik Indonesia. Pada awal kemerdekaan Indonesia, setidaknya  wilayah Indonesia dibagi menjadi  delapan provinsi. Masing-masing provinsi memiliki gubernur sebagai kepala daerah untuk menyelenggarakan pemerintahan.
Berikut merupakan daftar delapan provinsi yang dibentuk beserta nama-nama gubernur yang menjadi kepala daerah;
1)      Provinsi Sumatra                                           : Teuku Muhammad Hasan
2)      Provinsi Jawa Barat                                      : Sutarjo Kartahadikusumo
3)      Provinsi Jawa Timur                                     : RM Surjo
4)      Provinsi Jawa Tengah                                  : R. Panji Suroso
5)      Provinsi Sunda Kecil (Nusa Tenggara)  : Mr. I Gust Ketut Pudja
6)      Provinsi Maluku                                             : Mr. J. Latuharhary
7)      Provinsi Sulawesi                                          : Dr. G.S.SJ. Ratulangi
8)      Provinsi Kalimantan                                     : Ir. Pangeran Moh. Noor
Selain membentuk provinsi tersebut di atas, pemerintah juga melakukan pembentukan Lembaga Pemerintahan di Daerah, diantaranya:
1) Lembaga Pemerintah Daerah ; Dipimpin oleh kepala daerah dan tugasnya menjalankan pemerintahan atas daerah yang dikuasainya.
2) Lembaga Komite Nasional Daerah (KNI-D); Tuasnya membantu gubernur menjalankan tugas dan kepengawasan dalam tugas-tugas gubernur sebelum terbentuknya DPR melalui pemilihan umum.
3) Lembaga Teknis Daerah; lembaga ini disubut dengan Dinas, dan terdiri atas Badan Penelitian dan Pengembangan, Badan Perencanaan, Lembaga Pengawasan, Badan Pendidikan dan sebagainya.
4) Dinas Daerah; lembaga ini merupakan unsure pelaksana dari pemerintah daerah yang menyeenggarakan urusan-urusan rumah tangga daerah itu sendiri.
5) Wakil Kepala Daerah; merupakan pembantu kepala daerah yang menjalankan tugas dan wewenangnya sehari-hari.
6) Sekaertariat Daerah; Tugasnya membatu Kepala Daerah di dalam menyelenggarakan  pemerintahan atas daerah yang di perintahnya.
Dengan melakukan pembentukan provinsi dan lembagai pemerintahan di daerah, maka tugas presiden dalam memimpin negara Indonesia menjadi teratur. Sebab presiden memiliki garis komando yang jelas untuk mengelola daerah. Salah satu buktinya adalah keberhasilan gubernur Jawa Timur, yaitu RM Soerjo dalam mengakomodari kepentingan pemerintah dalam menggelorakan semangat perjuangan pada masa revolusi fisik. Hal ini tidak terlepas dari pembentukan provinsi tersebut. []

Perjuangan pada masa Revolusi Fisik: Pertempuran Surabaya (10 November 1945)

pertempuran Surabaya merupakan pertempuran yang sangat dahysat pasca proklamasi kemerdekaan bangsa Indonesia. Hal ini dikarenakan banyaknya korban yang tewas dalam peristiwa tersebut. Arek-arek Surabaya tidak gentar menghadapi ulitmatum Sekutu meskipun diancam akan menghadapi serangan dari tiga penjuru, darat, laut, dan udara. Pertempuran ini merupakan salah satu pertempuran yang paling berpengaruh terhadap upaya diplomasi bangsa Indonesia, sebab sangking dahsyatnya pertempuran tersebut, sehingga dunia internasional menaruh perhatian khusus dalam rangka penyelesaian konflik Indonesia dan Belanda. Berikut merupakan kisah pertempuran Surabaya yang terjadi pada tanggal 10 November tersebut. Peristiwa ini kemudian dikenal dan diperingati sebagai hari pahlawan.
battle of surabaya
Pertempuran di surabaya melawan pasukan sekutu tidak lepas kaitannya dengan peristiwa yang mendahuluinya, yaitu usaha perebutan kekuasaan dan senjata dari tangan jepang yang dimulai sejak tanggal 2 September 1945. Para pemuda Indonesia berhasil memiliki senjata dengan cara merampas dari tentara Jepang yang dinyatakan kalah perang. Namun pada tanggal 25 Oktober 1945, Brigade 49 di bawah pimpinan Brigadir Jendral A.W.S Mallaby mendarat di Surabaya. Dengan tujuan melucuti serdadu Jepang dan menyelamatkan para interniran sekutu. Kemudian di adakan pertemuan antara Brigadir Jendral A.W.S Mallaby dengan wakil-wakil pemeerintah RI dan berhasil mencapai suatu kesepakatan yaitu :
a.       Inggris berjanji bahwa  diantara mereka tidak terdapat angkatan perag belanda.
b.      Disetujuinya kerja sama antara kedua belah pihak untuk menjamin keamanan dan ketentrama.
c.       Akan segera dibentuk kontak biro sehingga kerja sama dapat terlaksana dengan sebaik-baiknya.
d.      Inggris akan hanya melucuti senjata jepang saja.
Pihak Republik Indonesia akhirnya memperkenankan tentara inggris memasuki kota dengan suatu syarat bahwa hanya objek yang sesuai dengan tugasnya saja yang dapat diduduki, seperti kamp-kamp tawanan perang.
Pada tanggal 27 Oktober 1945 pukil 11.00 pesawat terbang Inggris menyebarkan pamphlet-pamflet yang beisi perintah agar agar rakyat jawa tmur menyerahkan senjata yang di rampas dari jepang, dan sikap itu menghilangkan kepercayaan pemerintah republic Indonesia terhadap pihak Inggris.
Pada tanggal 27 Oktober 1945, terjad kontak senjata yang pertama antara pasukan Indonesia dengan pasukan inggris. Kontak senjata itu meluas, sehingga terjadi pertempuan pada tanggal 28,29, dan 30 Oktober 1945. Dalam pertempuran itu, pasuan sekutu deapat di pukul mundur dan bahkan hamper da[at di hancurkan oleh pasukan Indonesia. Pimpinan pasuka Sekutu Brigadir Jendral A.S.W Mallaby berhasil ditawan oleh para pemuda Indonesia. Pada tanggal 30 Oktober 1945, Bug Karno, Bung Hatta dan Amir Syarifuddin dating ke Surabaya untuk mendamaikan perselisihan itu. Perdamaian berhasil dicapai dan ditandatangani oleh kedua belah pihak. Akan tetapi setelah Bug Karno, Bung Hatta dan Amir Syarifuddin  kembali ke Jakarta, pertempuran tidak dapat dielakan lagi dan menyebabkan terbunuhnya Brigadir Jendral A.W.S Mallaby.
Pasukan inggris kemudian mendatagkan bala bantua dari Divisi V dipimpin Mayor Jendrl Mansergh dengan 24.000 anak buahnya mendarat di Surabaya. Tanggal 9 November 1945, Inggris mengeluarkan Ultimatum yang berisi ancaman, namun Ultimatum itu ternyata tidak ditaati. Pada tanggal 10 November 1945 terjadi pertempuran  yang sangat dahsyat. []

Perjuangan pada masa Revolusi Fisik: Pertempuran Ambarawa

Ambarawa merupakan sebuah kecamatan kecil di Kabupaten Semarang. Meskipun demikian, Ambarawa memiliki letak yang sangat strategis, sebab Ambarawa diapit oleh tiga kota sekaligus, yaitu kota Semarang, Kota Magelang, dan Kota Salatiga. Oleh sebab itu, pada masa kolonial, Ambarawa pernah dijadikan sebagai pusat kegiatan pemerintah Kolonial. Hal ini tampak pada bangunan  bangunan yang didirikan di kecamatan tersebut yang sampai saat ini masih dapat disaksikan. Diantarnya adalah benteng Willem II yang sekarang difungsikan sebagai penjara, dan bangunan-bangunan lain dikawasan barat seperti gereja jago dan lainnnya.
Pertempuran di Ambarawa terjadi pada tanggal 20 November 1945 dan berkhir tanggal 15 Desember 1945. Pertempuran itu terjadi antara pasukan TKR bersama rakyat Indonesia melawan pasukan sekutu-Inggris.
Peristiwa ini berlatar belakang insiden di Magelang sesudah mendarat Brigade Artileri dari Devisi India ke-23 di Semarang pada tanggal 20 Oktober 1945. Kemudian pada tanggal 26 Oktober 1945 terjadi insiden di kota Magelang yang berkembang menjadi pertempuran antara pasukan TKR dengan pasukan Skutu-Inggris dan NICA (Nederland Insidische Civil Administation). Insiden itu berhenti setelah Presiden Soekarno dan Brigadir Jendral Bethell datang ke Magelang tanggal 2 November 1945. Mereka mengadakan gencatan senjata dan memperoleh kata sepakat yang di tuangkan dalam  12 pasal. Naskah persetujuan itu diantaranya berisi :
a.       Pihak sekutu tetap akan menempatkan pasukannya di Magelang untuk melindungi dan mengurus APWI (Allied Prisoners War and Internees atau Tawanan Perang dan Interniran Sekutu). Jumlah pasukan Sekutu dibatasi dengan keperluan itu.
b.      Jalan Ambarawa-Magelang terbuka sebagai jalur lalu lintas Indonesia-Sekutu.
c.       Sekutu tidak akan mengakui aktivitas NICA dalam badan-badan yang berada di bawahnya.
Pihak sekutu ternyata mengingkari janjinya. Pada tanggal 20 November 1945 di Ambarawa pecah pertempuran antara pasukan TKR di bawah piminan Mayor Sumarto dan terntara Sekutu. Pada tanggal 21 November 1945, pasukan sekutu yang berada di Magelang ditarik ke Ambarawa. Namun pada tanggal 22 November 1945 pertempuran berkobar di sekitar Ambarawa.
Pertempuran di Ambrwa ini mempunyai arti penting karena karena letaknya sangat strategis. Apabila musuh menguasai Ambarawa, mereka dapat mengancam tiga kota utama di Jawa Tengah yaitu Surakarta, Magelang dan terutama Yogyakarta yang menjadi pusat kedudukan Markas Tertinggi TKR. []

Sejarah Pembentukan Alat Keamanan Negara

Setelah mendengar laporan panitia kecil yang di pimpin oleh Ahmad Subardjo, rapat dilanjutkan dengan membahas masalah pertahanan dan keamanan negara. Panitia kecil mebahas masalah pertahanan dan keamanan negara itu di pimpin oleh Otto Iskandardinata. Panitia kecil itu mengusulkan sebagai berikut :
1)      Rencana pembelaan negara dan Badan Penyelidik Usaha usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) yang mengandung unsur politik perang, tidak dapat di terima.
2)      Tentara PETA pembela tanah air di Jawa dan Bali Laskar Rakyat di Sumatera dibubarkan Karena merupakan organisasi buatan Jepang yang kedudukannya di dalam dunia Internasional tidak memiliki ketentuan dan kekuatan hukum. Negara Indonesia membutuhan alat pertahanan negara yang sebaik-baikya. Oleh sebab itu, sidang mengusulkan agar presiden memanggil pemuka-pemuka yang cakap di bidang militer untuk membentuk ketentaraan yang kuat.
Sidang menerima usulan tersebut secara aklamsi. Adapun urusan kepolisian dimasukan dan menjadi bagian dari Departemen Dalam Negeri. Peserta bidang mengusulkan kepada Presiden Republik Indonesia agar menunjuk panitia pelaksana untuk mempersiapkan pembentukan tentara kebangsaan dan kepolisian. Selanjutnya presiden menunjuk Abdul Kadir (ketua), Kasman Singodimendjo, dan Otto Iskandardinata untuk mempersiapkan pembentukannya. Disamping itu, peserta sidang juga membahas perlunya dengan segera diciptakan ketentraman dan keamanan.
Sementara itu, pada tanggal 19 agustus 1945, para pemuda meminta presiden dan wakil presiden menghadiri rapat yang diselenggarakan di Jalan Prapatan 10 jakarta, pukul 14.55. rapat di pimpin oleh Adam Malik bersama Kasman Singodimedjo dan Ki Hajar Dewantara. Dalam rapat itu, Adam Malik membacakan dekdrit mengenai lahirnya Tentara Republik Indonesia yang berasal dari anggta-anggota PETA maupun Heiho. Presiden dan wakil presiden tidak keberatan terhadap usul itu, namun belum dapat memutuskan pada saat itu. Selanjutnya, pada tanggal 23 Agustus 1945 Presiden Soekarno dalam pidatonya melalui siaran radio mengumumkan pembentukan 3 badan, termasuk Badan Keamanan Rakyat (BKR).
jenderal sudirman
baca juga tentang sejarah militer bangsa Indonesia di blog sarisejarahcom ini
Pada bulan September 1945, kelompok BKR pusat menghubungi para para bekas perwira KNIL di Jakarta, agar mendukug perjuangan bangsa Indonesia dengan segala Konsekuensinya. Pada tanggal 5 Oktober, presiden menyatakan berdirinya TKR (Tentara Keamannan  Rakyat). Yang di pimpin oleh Supriyadi, yaitu tokoh pemberontak PETA terhadap Jepang di Blitar. Oleh karena Supriyadi tidak pernah hadir menjalankan tugasnya, maka markas tertinggi TKR memilih Koloneal Soedirman sebagai pimpinan baru. Pada tanggal 18 Desembar 1945, ia dilantik menajdi panglima Besar TKR dengan pangkat dinaikan menjadi Jendal.
Pemilihan soedirman menjadi Panglima Tertinggi merupakan titik tolak perkembangan organisasi kekuatan pertahana dan keamanan. TKR berubah namanya menjadi TKI (Tentara Nasional Indonesia) pada tahun 1946 dan pada bulan Juni 1947 dibentuk TNI (Tentara Nasional Indonesia. []

Sejarah Pembentukan Komite Nasional Indonesia dan Daerah

Sejarah pembentukan komite nasional Indonesia dan daerah merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk membentuk lembaga-lembaga kelengkapan negara. Pada artikel yang telah lalu anda telah mengetahui tentang sejarah pembentukan kementrian dan departemen pada masa awal kemerdekaan. Dalam rapat PPKI tanggal 22 Agustus 1945 di gedung Kebaktian Rakyat Jawa (Gambir Selatan,  Jakarta ), telah  dibahas tiga masalah utama yang pernah dibicarakan dalam sidang sebelumnya.
Pertemuan yang dipimpin oleh wakil presiden Republik Indonesia Drs. Mohammad Hatta tersebut menghasilkan beberapa kesepakatan, diantaranya :
1)      KNI (Komite Nasional Indonesia) merupakan badan atau lembaga berfungsi sebagai dewan perwakilan rakyat sebelum dilaksanakannya pemilihan umum (pemilu). KNI ini disusun dari tingakt pusat hingga ke tingkat daerah.
2)      PNI (Partai Nasional Indonesia) dirancang menjadi partai tunggal negara Republik Indonesia, tetapi dibatalkan.
3)      BKR (Badan Keamanan Rakyat) berfungsi sebagai penjaga keamanan umum pada tiap-tiap daerah. (mengenai pembentukan BKR ini, silahkan simak artikel yang lain dalam blog sarisejarah tentang alasan Soekarno membentuk BKR)
sejarah pembentukan BKR
Komite Nasional Indonesia akhirnya berhasil dibentuk dengan baik. Bahkan selanjutnya Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) juga dibentuk Komite Nasional Indonesia Daerah (KNID). Komite Nasional Indonesia Pusat dipimpin oleh Kasman Singodimedjo dan Suwiryo sebagai sekretarisnya. Anggota Komite Nasional Indonesia Pusat terdiri atas 136 orang. Pada tanggal 25 Agustus 1945 pemerintah Republik Indonesia dengan resmi mengumumkan terbenuknya KNIP dan pelantikannya dilaksanakan pada tanggal 29 Agustus 1945.
Dalam rapat KNIP tanggal 16 Oktober 1945, wakil presiden Republik Indonesia mengeluarkan Keputusan No.X yang isinya memberikan kekuasaan dan wewenang legislatif kepada KNIP untuk ikut serta untuk menetapkan Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN) sebelum MPR terbentuk dalam pemilihan umum. Kemudian atas desakkan Ketua Badan Pekerja Komite Nasional Indonesia Pusat (BP-KNIP) Sutan Syahrir,pada tanggal 03 November 1945 pemerintah mengeluarkan Maklumat Politik yang di tandatangani oleh Wakil Presiden Republik Indonesia. Isi dari Maklumat Politik itu adalah sebagai berikut :
1)      Pemerintah menghendaki adanya partai-partai politik,karna partai politik itu dapat membuka jalan buat semua aliran atau paham yang ada dalam masyarakat.
2)      Pemerintah berharap supaya partai-partai politik itu telah tersusun sebelum di laksankannya pemilihan anggota Badan Perwakilan Rakyat pada bulan Januari 1946.
Akibat dikeluarkannya maklumat pemerintah 3 november 1945, di Indonesia akhirnya muncul banyak partai politik, seperti :
–          Majelis Syuro Muslimin Indonesian (Masyumi), dipimpin oleh Dr.Soekiman Wirdjosandjodjo.
–          Partai Komunis Indonesia , dipimpin oleh Mr. Moh. Yusuf.
–          Partai Buruh Indonesia , dipimpin oleh Njono.
–          Partai Rakyat jelata , dipimpin oleh Sutan Dewanis .
–          Partai Kristen Indonesia , dipimpin oleh Ds. Probowinoto.
–          Partai Sosialis Indonesia , dipimpin oleh Mr. Amir Syarifudin.
–          Partai Rakyat Sosialis, dipimpin oleh Sutan Syahrir.
–          Partai Katolik Indonesia, dipimpin oleh I.J. Kasimo.
–          Persatuan Rakyat Marhaen Indonesia, dipimpin oleh J.B.Assa.
–          Partai Nasional Indonesia , dipimpin oleh Sidik Djodjosukarto
Selanjutnya BP-KNIP Mengeluarkan pengumuman nomer 5 tanggal 11 november 1945 tentang pertanggung jawaban menteri kepada perwakilan rakyat. Dalam pemikiran saat itu, KNIP Diartikan sebagai MPR. Sementara itu, BP-KNIP Diartikan sebagai MPR. Sementara itu, BP-KNIP Disamakan dengan DPR. Dengan demikian, dengan dikeluarkannya pengumuman nomer 5 secara tidak langsung BP-KNIP Telah meminta peralihan pertanggun jawaban menteri dari preiden kepada BP-KNIP. Anehnya, presiden soekarno menyetujui usul tersebut dan mengeluakan maklumat pemerintah tanggal 14 november 1945. KNIP juga kemudian ikut menyetujui.
Melalui persetujuan tersebut, sistem kabinet presidensial dalam UUD 1945 telah diamademen menjadi sistem kabinet parlementer. Ini terbukti setelah BP-KNIP mencalonkan sutan syahril sebagai perdana meteri. Akhirnya, cabinet presidensial Soekarno-Hatta jatuh dan digantikan Kabinet parlementer dengan sutan dengan sutan syahrir sebagai perdana menteri pertama. Kejadian ini adalah penyimpangan dari UUD  1945 Dalam Negara repubik Indonesia. []

Pembentukan Lembaga Kementrian pada Masa Awal Kemerdekaan

Pada artikel sebelumnya, telah dijelaskan tentang beberapa upaya mengisi kemerdekaan, salah satunya adalah dengan menyelenggarakan sidang PPKI yang pertama dimana dihasilkan tiga putusan penting. Mengenai hal tersebut dapat anda baca tentang sidang PPKI tersebut pada tanggal 18 Agustus 1945.
Adapun langkah selanjutnya yang dilakukan oleh pemerintah adalah melakukan Pembentukan Lembaga-Lembaga Kelengkapan Negara.
Dalam upaya melakukan pembentukan lembaga-lembaga negara, presiden menetapkan akan membentuk lembaga-lembaga negara yang erat kaitannya dengan masalah-masalah pada masa awal yang kemerdekaan yang dihadapi Indonesia. Lembaga-lembaga tersebut mutlak diperlukan untuk menjalankan pemerintahan. Lembaga-lembaga negara yang perlu dan mendesak untuk dibentuk oleh pemerintah pada saat itu diantaranya adalah pembentukan kembaga kementrian.
Pada artikel ini dipaparkan tentang pembentukan lembaga kementrian (departemen) yang dibentuk pada masa awal kemerdekaan.
Proklamasi
keterangan gambar; Naskah Proklamasi yang diketik dan ditandatangani oleh Soekarno dan Hatta.
Departemen atau kementrian dipimpin oleh seorang menteri. Menteri merupakan jabatan yang memimpin departemen-departemen. Oleh karena itu, pembentukan lembaga kementrian juga diikuti dengan pembentukan departemen-departemen. Departemen ini menangani bidang-bidang yang lebih khusus lagi, sehingga seorang menteri yang diangkat untuk memimpin departemen, hendaknya memahami bidang yang akan ditanganinya itu. Departemen-departemen yang dibentuk beserta menteri-menteri yang diangkat adalah sebagai berikut,
·         Departemen Dalam Negeri : R.A.A. Wiranata Kusumah,
·         Departemen Luar Negeri : Mr. Ahmad Subardjo,
·         Departemen Keuangan : Mr. A.A Maramis,
·         Departemen Kehakiman : Prof.  Mr. Dr. Soepomo,
·         Departemen Kemakmuran : Ir. Surahman T. Adisurjo,
·         Departemen Keamanan Rakyat : Supriyadi,
·         Departemen Kesehatan : Dr. Buntaran Martoatmodjo,
·         Departemen Pengajaran : Ki Hajar Dewantara,
·         Departemen Penerangan : Mr. Amir Syarifuddin,
·         Departemen Sosial : Mr. Iwa Kusumasumantri,
·         Departemen Pekerjaan Umum : Abikusno Tjokrosujoso,
·         Departemen Perhubungan (a.i) : Abikusno Tjokrosujoso
Pembentukan lembaga kementrian (departemen) ini tidak menyimpang dari UUD 1945. Sebab, sebelumnya dalam UUD 1945 telah dicantumkan bahwa pemerintahan Republik Indonesia dijalankan oleh presiden dan dibantu oleh menteri-menteri yang bertanggung jawab kepada presiden. Presiden memiliki hak prerogatif di dalam mengangkat dan memberhentikan para menterinya. Hal ini sejalan dengan sistem pemerintahan yang dianut pada masa awal kemerdekaan yaitu sistem presidensial. Dengan demikian, maka menteri sewaktu-waktu dapat diganti apabila seorang menteri di dalam menjalankan tugasnya tidak sesuai dengan apa yang telah ditetapkan oleh presiden. Atau seorang menteri melakukan tindak pidana atau berurusan dengan masalah-masalah hukum yang berlaku di Indonesia. []
Pada artikel sebelumnya, telah dijelaskan tentang beberapa upaya mengisi kemerdekaan, salah satunya adalah dengan menyelenggarakan sidang PPKI yang pertama dimana dihasilkan tiga putusan penting. Mengenai hal tersebut dapat anda baca tentang sidang PPKI tersebut pada tanggal 18 Agustus 1945.
Adapun langkah selanjutnya yang dilakukan oleh pemerintah adalah melakukan Pembentukan Lembaga-Lembaga Kelengkapan Negara.
Dalam upaya melakukan pembentukan lembaga-lembaga negara, presiden menetapkan akan membentuk lembaga-lembaga negara yang erat kaitannya dengan masalah-masalah pada masa awal yang kemerdekaan yang dihadapi Indonesia. Lembaga-lembaga tersebut mutlak diperlukan untuk menjalankan pemerintahan. Lembaga-lembaga negara yang perlu dan mendesak untuk dibentuk oleh pemerintah pada saat itu diantaranya adalah pembentukan kembaga kementrian.
Pada artikel ini dipaparkan tentang pembentukan lembaga kementrian (departemen) yang dibentuk pada masa awal kemerdekaan.
Proklamasi
keterangan gambar; Naskah Proklamasi yang diketik dan ditandatangani oleh Soekarno dan Hatta.
Departemen atau kementrian dipimpin oleh seorang menteri. Menteri merupakan jabatan yang memimpin departemen-departemen. Oleh karena itu, pembentukan lembaga kementrian juga diikuti dengan pembentukan departemen-departemen. Departemen ini menangani bidang-bidang yang lebih khusus lagi, sehingga seorang menteri yang diangkat untuk memimpin departemen, hendaknya memahami bidang yang akan ditanganinya itu. Departemen-departemen yang dibentuk beserta menteri-menteri yang diangkat adalah sebagai berikut,
·         Departemen Dalam Negeri : R.A.A. Wiranata Kusumah,
·         Departemen Luar Negeri : Mr. Ahmad Subardjo,
·         Departemen Keuangan : Mr. A.A Maramis,
·         Departemen Kehakiman : Prof.  Mr. Dr. Soepomo,
·         Departemen Kemakmuran : Ir. Surahman T. Adisurjo,
·         Departemen Keamanan Rakyat : Supriyadi,
·         Departemen Kesehatan : Dr. Buntaran Martoatmodjo,
·         Departemen Pengajaran : Ki Hajar Dewantara,
·         Departemen Penerangan : Mr. Amir Syarifuddin,
·         Departemen Sosial : Mr. Iwa Kusumasumantri,
·         Departemen Pekerjaan Umum : Abikusno Tjokrosujoso,
·         Departemen Perhubungan (a.i) : Abikusno Tjokrosujoso
Pembentukan lembaga kementrian (departemen) ini tidak menyimpang dari UUD 1945. Sebab, sebelumnya dalam UUD 1945 telah dicantumkan bahwa pemerintahan Republik Indonesia dijalankan oleh presiden dan dibantu oleh menteri-menteri yang bertanggung jawab kepada presiden. Presiden memiliki hak prerogatif di dalam mengangkat dan memberhentikan para menterinya. Hal ini sejalan dengan sistem pemerintahan yang dianut pada masa awal kemerdekaan yaitu sistem presidensial. Dengan demikian, maka menteri sewaktu-waktu dapat diganti apabila seorang menteri di dalam menjalankan tugasnya tidak sesuai dengan apa yang telah ditetapkan oleh presiden. Atau seorang menteri melakukan tindak pidana atau berurusan dengan masalah-masalah hukum yang berlaku di Indonesia. []

Proses Pembentukan Negara dan Pemerintahan Republik Indonesia

Sehari setelah menyatakan kemerdekaan, bangsa Indonesia menyelenggarakan sidang PPKI yang pertama. kegiatan itu diselenggarakan pada tanggal 18 Agustus 1945, panitia persiapan kemerdekaan Indonesia (PPKI) menyelenggarakan sidang yang dipimpin oleh Ir. Soekarno. Sidang PPKI tersebut membahas berbagai persoalan untuk melengkapi keberadaan negara Republik Indonesia yang baru diproklamasikan. Adapun materi sidang yang dibahas dalam sidang PPKI tersebut merupakan kelanjutan dari sidang BPUPKI tanggal 10-16 Juli 1945 sebelum dilakukan proklamasi kemerdekaan. Dalam sidang PPKI tersebut,  berhasil diambil sebuah keputusan yang sangat penting bagi pemerintahan negara Republik Indonesia yang baru berdiri. Keputusan yang berhasil dicapai dalam sidang PPKI dalah sebagai berikut :
pengibaran bendera merah putih
a.  menetapkan Undang-Undang dasar Negara Republik Indonesia
b. memilih dan mengangkat presiden dan wakil presiden
c. membentuk komite Nasional Indonesia untuk membantu tugas presiden
Penjelasan
a. Mengesahkan rancangan Undang-Undang Dasar negara yang dibahas dalam sidang BPUPKI menjadi dasar negara Republik Indonesia. Selanjutnya Undang-Undang Dasar itu lebih dikenal dengan istilah Undang-Undang Dasar 1945 (UUD 1945). Sementara itu Pancasila ditetapkan sebagai dasar negara
b.  Dalam sidang tersebut juga diagendakan untuk memilih dan menetapkan presiden dan wakil presiden. Pemilihan dan pengangkatan presiden dan wakil presiden bertujuan untuk menetapkan  pelaksana pemerintahan yang sah dari negara Republik Indonesia yang baru berdiri. Dalam hal ini  PPKI memilih dan mengangkat Ir. Soekarno sebagi presiden dan Drs. Mohammad Hatta sebagai wakil presiden. Pemilihan tersebut dilakukan secara aklamatif, sebagaimana keputusan dalam menetapkan siapakah yang berhak untuk menandatangai naskah proklamasi menjelang Proklamasi, pemilihan Soekarno dikarenakan namanya yang cukup populer di kalangan masyarakat,terlebih ia merupakan pemimpin pergerakan Pusat Tenaga Rakyat (PUTERA) pada masa Jepang. sehingga dirinyalah yang dipilih.
c.       Membentuk Komite Nasional Indonesia sebagai lembaga yang membantu presiden dan melaksanakan tugas-tugasnya. Pada awal pemerintahan Presiden akan dibantu oleh sebuah komite nasional, hal itu akan terus berlangsung sampai dengan terbentuknya Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) melalui pemilihan umum (Pemilu). Namun pada kenyataannya pemilihan umum tidak dapat dilakukan secara cepat, dikarenakan kedatangan sekutu dan Belanda yang berupaya kembali untuk menguasai Indonesia, sehingga pemilu baru dapat dilaksanakan pada tahun 1955.
Sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945 berjalan dengan lancar dan berhasil membentuk serta mengesahkan UUD 1945, memilih dan mengangkat presiden dan wakil presiden serta membentuk Komite Nasional Indonesia (KNI). Dengan demikian, sejak tanggal 18 Agustus 1945 yaitu sehari setelah Indonesia merdeka, negara Republik Indonesia telah memiliki sistem pemerintahan yang sah dan diakui oleh seluruh rakyat Indonesia. []

Delapan faktor Penyebab Kemunduran VOC

VOC merupakan singkatan dari verenigde oost indische compagnie, yang merupakan kongsi dagang kerajaan Belanda untuk melakukan perdagangan rempah-rempah. VOC mendapatkan hak-hak istimewa dari kerajaan Belanda, yang disebut hak ocktrooi (mengenai hak istimewa ini telah kami jelaskan pada artikel yang lain). Kerajaan Belanda benar-benar memberikan kuasa penuh kepada VOC untuk menjalankan misi dagangnya, misalnya keleluasaan VOC untuk mencetak dan  mengedarkan mata uang sendiri, serta berhak mendirikan benteng dan memiliki persenjataan.
Bermula dari kedatangan Cornelis de Houtman ke Banten pada 1596, Belanda membentuk kongsi dagang tersebut untuk mendapatkan keuntungan yang sebanyak-banyaknya. Meskipun demikian, ternyata VOC tidak serta merta dapat bertahan dalam jangka waktu yang lama.
VOC yang didirikan pada 1602 tersebut harus dibubarkan pada 1799. hal ini dikarenakan beberapa sebab. Paling tidak ada delapan penyebab kemunduran VOC, diantaranya:
1. Korupsi yang dilakukan oleh pegawai-pegawai VOC. Korupsi merupakan faktor utama penyebab runtuhnya VOC. Anggaran dana yang begitu besar tidak ada artinya dengan besarnya anggaran yang berkurang akibat perilaku korup. Oleh sebab itu, VOC sangat kesulitan untuk membiayai berbagai keperluan perusahaan.
2. Anggaran pegawai yang terlalu besar sebagai akibat semakin luasnya wilayah kekuasaan VOC. semakin luas kekuasaan, maka pengadaan pegawai semakin bertambah. Dengan penambahan ini, maka belanja pegawai menjadi melonjak tajam. Sementara itu, perilaku korupsi dari para pegawai memperparah keuangan VOC
3. Besarnya biaya perang yang diperlukan untuk meredam perlawanan rakyat pribumi. Perlawanan di berbagai daerah memaksa VOC untuk mengeluarkan anggaran yang sangat besar untuk menaklukkan perlawanan rakyat, untuk mendatangkan persentaan maupun logistik selama melakukan pertempuran. Anggaran yang terlalu besar ini menyebabkan VOC kesulitan di bidang keuangan
4. persaingan dengan kongsi dagang bangsa lain, seperti EIC atau east indian company milik Inggris maupun CDI atau Compagnie des indies milik Portugis
5. Hutang VOC yang sangat besar
6. Pemberian deviden yang sangat besar kepada pemegang saham, walaupun diketahui bahwa usaha mereka mengalami kemunduran. Deviden adalah sisa keuntungan menanam modal. Apabila siklus keuangan sedang surplus, maka pemberian deviden tersebut tidak menjadi masalah, tetapi saat diberikan dalam kondisi perusahaan sedang merugi, maka berpotensi membuat perusahaan bangkrut
7. berkembangnya paham liberalisme sehingga monopoli perdagangan yang diterapkan VOC tidak lagi sesuai dan tidak dapat diteruskan
8. Pendudukan Perancis terhadap negeri Belanda tahun 1795. Perancis memiliki musuh utama yaitu Inggris yang berada di Indonesia. Dalam rangka meluaskan jajahannya di Asia Tenggara, badan seperti VOC tidak dapat diharapkan terlalu banyak sehingga VOC akhirnya dibubarkan.
demikian delapan penyebab utama runtuhnya VOC. semoga bermanfaat []

Empat Kebijakan VOC yang menyengsarakan Rakyat

empat kebijakan VOC
VOC merupakan sebuah kongsi dagang milik kerajaan Belanda yang memiliki hak-hak istimewa (silahkan baca tentang hak istimewa VOC). VOC merupakan singkatan dari verenigde oost indische compagnie, yang merupakan kongsi dagang kerajaan Belanda untuk melakukan perdagangan rempah-rempah. VOC mendapatkan hak-hak istimewa dari kerajaan Belanda, yang disebut hak ocktrooi (mengenai hak istimewa ini telah kami jelaskan pada artikel yang lain).
Hak Ocktrooi tersebut antara lain:
1.Hak monopoli perdangangan
2.Mencetak dan mengedarkan uang
3.Mengangkat dan memberhentikan pegawai
4.Mengadakan perjanjian dengan raja-raja
5.Memiliki tentara
6.Mendirikan benteng
7.Menyatakan perang dan damai
8. Mengangkat dan memberhentikan penguasa setempat
Keistimewaan ini menyebabkan VOC leluasa menjalankan kebijakannya yang sangat menyengsarakan rakyat.
Apa saja kebijakan VOC yang menyengsarakan rakyat nusantara?
Berikut merupakan empat kebijakan tersebut:
1. Verplichte Leverantie: merupakan kebijakan yang mewajibkan rakyat untuk menjual hasil bumi kepada VOC dengan harga yang telah ditentukan. Dengan kebijakan ini maka rakyat tidak memiliki pilihan selain menjual hasil bumi kepada VOC, padahal harga yang ditentukan tidak sesuai dengan harga yang seharusnya didapatkan oleh rakyat. Akibatnya seringkali rakyat merugi karena hasil yang dibayarkan tidak sebanding dengan biaya pembelian benih maupun perawatan tanaman.
2. Contingenten: merupakan kebijakan VOC yang mewajibkan rakyat untuk membayar pajak berupa hasil bumi. berbeda dengan kebijakan leveransi di atas, contingenten adalah memungut pajak dari hasil yang diperoleh rakyat berupa hasil bumi. Praktis dengan kebijakan ini rakyat menjadi semakin menderita karena bahan makanan berupa hasil bumi hampir sebagian besar diambil oleh VOC.
3. hak ekstirpasi: merupakan kebijakan VOC untuk menebang tanaman yang ditanam oleh rakyat apabila melebihi ketentuan. Hal ini bertujuan supaya tidak terjadi over produksi rempah-rempah. menurut perhitungan VOC apabila terjadi over produksi maka akan menyebabkan anjlognya harga rempah-rempah.
4. Pelayaran hongi: merupakan kebijakan VOC untuk melakukan pelayaran menggunakan perahu kora-kora, yaitu sejenis perahu kecil yang dipersenjatai untuk mengawai praktik monopoli perdangan rempah-rempah. Apabila didapati rakyat yang melanggar kebijakan monopoli rempah rempah maka VOC tidak segan-segan untuk menghukum rakyat tersebut, bahkan tidak sedikit yang meninggal akibat kebijakan tersebut.
demikian merupakan beberapa kebijakan VOC yang sangat menyengsarakan rakyat. Untungnya VOC tidak begitu lama menguasai nusantara, dikarenakan kebangkrutan dan dibubarkannnya VOC. Pada pembahasan yang lain akan diulas tentang beberapa penyebab kemunduran VOC. Semoga artikel ini bermanfaat []

Hak-hak Istimewa VOC (Hak Ocktrooi)

Pada pembahasan yang telah lalu, sarisejarah telah menyajikan artikel tentang latar belakang berdirinya VOC. Untuk menyegarkan ingatan pembaca tentang VOC, perlu disampaikan kembali bahwa latar belakang dibentuknya VOC adalah untuk:
1. untuk menghindari persaingan yang tidak sehat antar pedagang Belanda sendiri. Sebagaimana diketahui banyaknya pedagang Belanda yang datang ke Indonesia menyebabkan masing-masing diantara mereka justru saling bersaing secara tidak sehat, oleh sebab itu VOC didirikan untuk menyatukan visi dan misi perdagangan mereka demi mengeruk keuntungan yang sebanyak-banyaknya.
2. agar mampu bersaing dengan kongsi dagang negara lain, seperti EIC (Inggris) dan compagnie des indies (portugis). Belanda memang bukan satu-satunya negara yang melakukan pelayaran demi tujuan mendapatkan rempah-rempah. terdapat negara lain juga seperti Portugis, Spanyol, maupun Inggris. Oleh sebab itu dibentuknya VOC sangat menguntungkan Belanda dalam menghadapi persaingan dengan kongsi dagang negara lain.
3. Meningkatkan pamor negara Belanda di mata dunia
4. membantu kas negara Belanda yang saat itu berperang melawan Spanyol. Sebagiamana diketahui bahwa dibentuknya VOC menyebabkan Belanda mampu melakukan monopoli perdagangan rempah-rempah di Nusantara. Oleh sebab itu keuntungan yang didapat dan disetor ke negara Belanda sangat berlimpah, salah satu manfaatnya adalah untuk membiayai perang melawan Spanyol. VOC juga tidak segan-segan mengusir pedagang lain yang coba-coba menguasai dan melakukan monopoli perdagangan rempah rempah di nusantara.
hak-hak istimewa VOC
VOC merupakan singkatan dari verenigde oost indische compagnie, yang merupakan kongsi dagang kerajaan Belanda untuk melakukan perdagangan rempah-rempah. VOC mendapatkan hak-hak istimewa dari kerajaan Belanda, yang disebut hak ocktrooi. Kerajaan Belanda benar-benar memberikan kuasa penuh kepada VOC untuk menjalankan misi dagangnya. Berikut merupakan hak-hak istimewa VOC, diantaranya:

1.Hak monopoli perdangangan
2.Mencetak dan mengedarkan uang
3.Mengangkat dan memberhentikan pegawai
4.Mengadakan perjanjian dengan raja-raja
5.Memiliki tentara
6.Mendirikan benteng
7.Menyatakan perang dan damai
8. Mengangkat dan memberhentikan penguasa setempat

Penjelasan:
1. hak untuk melakukan monopoli; monopoli adalah sebuah praktik perdagangan yang bertujuan untuk menguasai sumber-sumber perdagangan, dalam hal ini adalah rempah-rempah. Mereka mewajibkan rakyat untuk menjual dan menyerahkan rempah-rempah hanya kepada VOC. Mereka tidak segan-segan untuk menindak dan menghukum rakyat yang terbukti membangkang, mengenai hal ini silahkan baca tentang kebijakan VOC
2. mencetak dan mengedarkan mata uang; dengan hak istimewa ini mereka tidak perlu menggunakan mata uang dari negara asal yaitu gulden dari Belanda, dengan menggunakan mata uang sendiri mereka leluasa mengontrol perdagangan dan harga rempah-rempah
3. mengangkat dan memberhentikan pegawai; VOC memiliki hak untuk mengangkat pegawai sesuai dengan anggaran yang tersedia, (dalam perkembangannya ternyata menjadi bumerang bagi VOC, sebagai banyaknya pegawai justru menyebabkan VOC bangkrut, diperparah dengan korupsi)
4. Mengadakan perjanjian dengan raja-raja; dengan hak ini maka VOC mampu menaklukkan penguasai pribumi dan menjadikan mereka bawahan dari VOC
5.Memiliki tentara
6.Mendirikan benteng
7.Menyatakan perang dan damai
8. Mengangkat dan memberhentikan penguasa setempat
demikian tentang hak-hak istimewa yang dimiliki oleh VOC, semoga bermanfaat. []

Latar Belakang berdirinya VOC

Sejak kedatangan bangsa Belanda di Banten yang dipimpin oleh Cornelis De Houtman pada 1596, Belanda telah mengetahui sumber utama rempah-rempah yang mereka cari. Oleh sebab itu mereka berupaya untuk menguasai wilayah penghasil rempah-rempah tersebut. Sejak saat itu, makin sering para pedagang Belanda yang melakukan pelayaran dari negeri Belanda ke nusantara.
latar belakang berdirinya VOC
Misalnya, dengan kedatangan armada kedua setelah de Houtman, yaitu Jacob Van Neck dua tahun kemudian. Keberhasilan de Houtman mendapatkan sumber rempah rempah memang disambut dengan gegap gempita oleh negeri Belanda. Sementara itu peta yang dibuat semakin sempurna. Kedatangan berbagai armada pelayaran Belanda ke nusantara menyebabkan secara tidak langsung terjadi persaingan antar para pedagang Belanda itu sendiri. Oleh sebab itu, maka Belanda mendirikan sebuah kongsi dagang bernama VOC.
Apa itu VOC?
VOC merupakan singkatan dari verenigde oost indische compagnie, yang merupakan kongsi dagang kerajaan Belanda untuk melakukan perdagangan rempah-rempah. VOC mendapatkan hak-hak istimewa dari kerajaan Belanda, yang disebut hak ocktrooi (mengenai hak istimewa ini telah kami jelaskan pada artikel yang lain). Kerajaan Belanda benar-benar memberikan kuasa penuh kepada VOC untuk menjalankan misi dagangnya, misalnya keleluasaan VOC untuk mencetak dan  mengedarkan mata uang sendiri, serta berhak mendirikan benteng dan memiliki persenjataan.
Keistimewaan ini menyebabkan VOC leluasa menjalankan kebijakannya yang sangat menyengsarakan rakyat. (Simak artikel mengenai kebijakan VOC yang sangat kejam hanya di sarisejarah com).
VOC didirikan dengan mempertimbangkan beberapa tujuan, yaitu:
1. untuk menghindari persaingan yang tidak sehat antar pedagang Belanda sendiri. Sebagaimana diketahui banyaknya pedagang Belanda yang datang ke Indonesia menyebabkan masing-masing diantara mereka justru saling bersaing secara tidak sehat, oleh sebab itu VOC didirikan untuk menyatukan visi dan misi perdagangan mereka demi mengeruk keuntungan yang sebanyak-banyaknya.
2. agar mampu bersaing dengan kongsi dagang negara lain, seperti EIC (Inggris) dan compagnie des indies (portugis). Belanda memang bukan satu-satunya negara yang melakukan pelayaran demi tujuan mendapatkan rempah-rempah. terdapat negara lain juga seperti Portugis, Spanyol, maupun Inggris. Oleh sebab itu dibentuknya VOC sangat menguntungkan Belanda dalam menghadapi persaingan dengan kongsi dagang negara lain.
3. Meningkatkan pamor negara Belanda di mata dunia
4. membantu kas negara Belanda yang saat itu berperang melawan Spanyol. Sebagiamana diketahui bahwa dibentuknya VOC menyebabkan Belanda mampu melakukan monopoli perdagangan rempah-rempah di Nusantara. Oleh sebab itu keuntungan yang didapat dan disetor ke negara Belanda sangat berlimpah, salah satu manfaatnya adalah untuk membiayai perang melawan Spanyol. VOC juga tidak segan-segan mengusir pedagang lain yang coba-coba menguasai dan melakukan monopoli perdagangan rempah rempah di nusantara.
Demikian artikel singkat tentang latar belakang berdirinya VOC, semoga bermanfaat. Baca juga tentang kebijakan VOC []

Beberapa Ideologi Partai Politik pada masa awal kemerdekaan

Pada masa awal kemerdekaan, salah satu isu penting yang mewarnai perjalanan bangsa Indonesia adalah bagaimana pemerintahan dijalankan dan tentang partai politik yang menjadi motor pemerintahan. Setidaknya pada saat itu telah ada beberapa ideologi yang dibawa para pelajar bangsa Indonesia yang terpengaruh oleh pemikiran-pemikiran dan paham-paham kebangsaan di luar negeri. Oleh sebab itu dalam perjalanannya, terdapat bebrapa ideologi yang digunakan oleh partai-partai politik sebagai ciri identitas perjuangannya.
Pada awalnya, Pemerintah merencanakan pembentukan partai tunggal dengan menetapkan partai nasional Indonesia (PNI) sebagai satu-satunya partai politik, reaksi keras bermunculan. Akhirnya rencana itu dibatalkan dengan keluarnya maklumat presiden yang menyatakan bahwa Indonesia adalah Negara demokrasi. Setelah itu bermunculan partai politik yang digolongkan kedalam latar belakang dan ideologi berbeda, yaitu ideology yang bersifat nasional, agama, sosialis dan komunis.
Sebelumnya anda tentu telah membaca tentang maklumat pemerintah tentang partai partai politik pada blog ini.
Adanya beberapa ideologi yang mewarnai partai partai politik sebenarnya memang menjadi ciri khas dari bangsa Indonesia, sebagaimana semboyan bhineka tunggal ika. Sementara itu, Presiden Soekarno memang memiliki cita-cita untuk menyeimbangkan beberapa ideologi di Indonesia. Ia memimpikan beberapa ideologi dapat saling hidup berdampingan di Indonesia demi membangun bersama negara dan bangsa Indonesia ini. Namun, nantinya di akhir kekuasaannya, terjadi peristiwa yang tragis dimana masing-masing ideologi ternyata tidak dapat saling berdampingan.
pni
Berikut merupakan beberapa ideologi yang digunakan oleh partai-partai di Indonesia.
1.      Ideology partai yang bersifat nasionalisme
Partai ini didasarkan pada faktor kemanusiaan. Partai ini mengutamakan tercapainya persatuan bangsa dengan mengutamakan terwujudnya kebebasan nasional, karena kebebasan nasional merupakan pintu gerbang ke arah kemakmuran suatu bangsa. Contoh PNI. Adapun tokoh-tokohnya antara lain Soekarno
2.      Ideology partai yang bersifat agama
Partai ini mengutamakan penyebaran dan penerapan kaidah-kaidah atau hukum-hukum yang berlaku pada agama yang bersangkutan. Contoh partai nahdatul ulama (beraliran islam), partai Kristen (beraliran Kristen), tokoh-tokohnya antara lain Haji Agus Salim, M. Natsir, dll.
3.      Ideology partai yang bersifat sosialisme-komunisme
Dasar perjuangan partai yang berideology sosialisme-komunisme adalah internasionalisme. Partai ini menjunjung tinggi komunisme dan cendrung tunduk kepada Moscow yang dikenal sebagai kiblat dan pusat komunisme dunia. Aliran ini sangat anti pemerintahyang menanamkan system demokrasi. Sebagai contoh PKI (partai komunis Indonesia). PKI dituding sebagai dalang dalam peristiwa berdarah yang membunuh banyak petinggi ABRI. Melalui ketetapan MPRS, PKI dijadikan sebagai partai terlarang dan haram untuk dipelajari masa orde baru. []

Alasan Presiden Soekarno membentuk BKR di awal pemerintahan

Pada masa awal kemerdekaan, bangsa Indonesia sudah harus menghadapi ancaman dari bangsa lain, yaitu bangsa Belanda yang hendak menguasai kembali bangsa Indonesia. Oleh sebab itu, dibutuhkan pertahanan yang baik dalam menghalau upaya bangsa lain menguasai kembali Indonesia.
Hal ini tidak lepas dari euforia masyarakat dalam mensyukuri kemerdekaan yang telah diraih, mereka tidak sudi dijajah kembali dan siap mempertahankan kemerdekaan.
Namun, pada masa awal kemerdekaan, sebagaimana telah dijelaskan pada artikel sebelumnya tentang sejarah militer bangsa Indonesia, ternyata presiden Soekarno dalam pidatonya hanya membentuk sebuah Badan Keamanan Rakyat (BKR). Oleh masyarakat hal ini menimbulkan sebuah polemik dan tanggapan yang beragam. Mereka ada yang berpendapat bahwa pembentukan sebuah “badan” keamanan tidaklah cukup dalam menghadapi persenjataan bangsa Belanda yang telah dilengkapi dengan senjata otomatis. Oleh sebab itu, banyak rakyat yang tidak setuju terhadap kebijakan ini kemudian membentuk “tentara” dan menggunakan caranya sendiri untuk berjuang melawan penjajah. Selain itu, hal ini juga merupakan sebuah protes kepada pemerintah yang dinilai tidak sungguh sungguh dan kurang serius dalam menghadapi ancaman Belanda yang telah di depan mata.
bkr
Namun ada sebuah fakta yang menarik tentang kebijakan presiden Soekarno yang membentuk BKR tersebut. hal ini tidak lain karena kepiawaian Soekarno dlam melihat situasi, dimana pemerintah Indonesia tidak ingin mengesankan diri menggunakan cara-cara kekerasan dan perang dalam menghadapi Belanda. Oleh sebab itu, ia hanya membentuk sebuah badan keamanan, sedangkan mereka yang telah terbentuk tetap dipersenjatai dan tetap dilatih sebagaimana tentara.
Menempuh jalur kekerasan dan perang bukanlah cara yang elegan yang dipilih oleh pemerintah Indonesia. terlebih pada saat itu dunia masih mengalami kehancuran dan kemunduran akibat perang dunia II yang hampir menyeret seluruh negara dunia berperang. OLeh sebab itu bangsa Indoensia tidak ingin menempuh cara-cara perang dalam menghadapi Belanda. Oleh sebab itu, Indoensia hanya menempuh upaya diplomasi dalam menghadapi Belanda.
Meski demikian, pada kenyataanya kontak fisik dengan belanda tidak dapat dihindarkan, terbukti dengan pecah perang yang diakibatkan gesekan antara tentara Belanda dengna bangsa Indonesia, diataranya di Surabaya, Semarang, Medan, Ambarawa, Bandung, maupun Bali.
Jadi keputusan Soekarno untuk membentuk Badan Keamanan Rakyat (BKR) lebih kepada strategi dirinya secara politis agar tidak mengesankan bangsa Indonesia ini siap menghadapi Belanda, hal ini rupanya membuahkan hasil dengan dukungan yang didapatkan pemerintah Indonesia, simpati dunia terus mengalir untuk mendukung Indonesia memeprtahankan kemdekaan, sekaligus meredam konflik antara Indonesia dan Belanda.
Demikian sebuah artikel singkat tentang BKR, baca sjuga artikel lain selengkapnya tetang kondisi ekonomi, keuangan, politik pada masa awal kemerdekaan, semoga bermanfaat. []

Sejarah militer bangsa Indonesia dari BKR hingga TNI

Militer memiliki peran penting dalam suatu negara, oleh sebab itu pada masa awal kemerdekaan,  Presiden Soekarno membentuk panitia kecil yang membahas masalah-masalah terkait upaya pertahanan Negara. Kemudian dibentuklha suatu panitia yang  dipimpin oleh Otto Iskandardinata. Diputuskan beberapa hal berikut:
a.Rencana pembelaan Negara dari BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) yang mengandung unsur politik perang tidak dapat diterima.
b.Tentara PETA di Jawa dan Bali, serta Laskar Rakyat di Sumatera dibubarkan karena dianggap sebagai organisasi buatan Jepang yang kedudukannya di dunia Internasional tidak memiliki ketentuan.
Pada perkembangannya, tanggal 19 Agustus 1945 peserta sidang mengusulkan agar Presiden memanggil tokoh-tokoh yang handal di bidang militer untuk membentuk ketentaraan yang kuat. Sidang menerima usulan secara aklamasi, tetapi untuk urusan kepolisian masih menjadi bagian Departemen Dalam Negeri. Peserta sidang juga mengusulkan untuk menunjuk Panitia Pelaksana agar dapat mempersiapkan pembentukan tentara kebangsaan dan kepolisian. Anggota sidang juga membahas perlunya ketentraman dansegera dimulainya perjuangan bangsa.
Pada tanggal 23 Agustus 1945 Presiden Soekarno dalam pidatonya melalui radio menyatakan pembentukan tiga badan baru yaitu Komite Nasional Indonesia(KNI), Partai Nasional Indonesia(PNI),dan Badan Keamanan Rakyat(BKR).
Untuk jabatan pimpinan BKR Pusat, Presiden menunjuk Kaprawi (Ketua Umum), Sutalaksana (Ketua 1) dan Latief Hendraningrat (Ketua II) dengan dibantu Arifin Abdurrachman Mahmud dan Zulkifli Lubis.
jenderal sudirman
Para pemuda menolak dengan tegas kehadiran BKR dan mereka menginginkan pembentukan tentara nasional, namun usul para pemuda itu ditolak presiden, sehingga para pemuda menamakan diri mereka komite van aksi dengan anggotanya yang terdiri dari banyak kelompok pertahanan yang tersebar diberbagai daerah yang salah satunya adalah API (angkatan pemuda Indonesia).
Pada tanggal 5 oktober 1945 dikeluarkan maklumat presiden tentang pendirian TKR (tentara keamanan rakyat) dengan pemimpin pertamanya yaitu Supriyadi dan MOH Suroadikusumo sebagai mentri keamanan rakyat. Tapi karena mangkir dari pekerjaannya supriyadi diganti dengan jendral sudirman.
Pada bulan januari 1946 TKR merubah namanya menjadi TRI(tentara rakyat Indonesia). Sementara itu badan-badan perjuangan mengadakan kongres pemuda pada tanggal 10 november 1945dan sepakat membentuk BKPI (badan kongres pemuda Indoneskedua kelompok itu selanjutnya diintegrasikan menjadi TNI (tentara nasional Indonesia). []

STRATEGI PEMERINTAHAN MENGATASI KEKACAUAN EKONOMI INDONESIA 1945-1950

pada pembahasan yang telah lalu kami telah menyampaikan tetnang buruknya perekonomian bangsa Indonesia akibat inflasi, blokade, maupun kosongnya kas negara pada masa awal kemerdekaan. Berikut merupakan upaya yang dilakukan pemerintah untuk mengatasi kondisi ekonominya. materi ini diajarakan di sekolah bagi kelas XII program IPS semester gasal.
Upaya yang dilakukan oleh pemerintah dalam menghadapi kekacauan perekonomian pertama-tama adalah dengan melakukan pinjaman nasional. Pelaksanaan pinjaman ini cukup mendapat dukungan dari masyarakat. Namun kekacauan semakin bertambah dengan munculnya mata uanga NICA di daerah yang diduduki sekutu pada tanggal 6 Maret 1946 oleh Panglima AFNEI yang baru (Letnan Jenderal Sir Montagu Stopford). Uang NICA ini dimaksudkan untuk menggantikan uang Jepang yang nilainya sudah sangat turun saat itu. Karena tindakan sekutu tersebut maka pemerintah Indonesiapun mengeluarkan uang kertas baru yaitu Oeang Republik Indonesia (ORI)sebagai pengganti uang Jepang.
Upaya mengatasi blokade belanda
Upaya pemerintah untuk keluar dari masalah blokade tersebut adalah sebagai berikut.
1.      Usaha bersifat politis, yaitu Diplomasi Beras ke India
Pemerintah Indonesia bersedia untuk membantu pemerintah India yang sedang ditimpa bahaya kelaparan dengan mengirimkan 500.000 ton beras. Pemerintah melakukan hal ini sebab akibat blokade oleh Belanda maka hasil panen Indonesia yang melimpah tidak dapat dijual keluar negeri pemerintah berasumsi  pada pada musim panen 1946 akan diperoleh suplai hasil panen sebesar 200.000 sampai 400.000 ton.
2.      Usaha bersifat ekonomis
1.      Mengadakan hubungan dagang langsung dengan luar negeri
Membuka hubungan dagang langsung ke luar negeri dilakukan oleh pihak pemerintah maupun pihak swasta. Usaha tersebut antara lain:
a)      Mengadakan kontak dagang dengan perusahaan swasta Amerika (Isbrantsen Inc.). Tujuan dari kontak ini adalah membuka jalur diplomatis ke berbagai negara. Dimana usaha tersebut dirintis oleh BTC (Banking and Trading Corporation) atau Perseroan Bank dan Perdagangan, suatu badan perdagangan semi-pemerintah yang membantu usaha ekonomi pemerintah, dipimpin oleh Sumitro Djojohadikusumo dan Ong Eng Die. Hasil transaksi pertama dari kerjasama tersebut adalah Amerika bersedia membeli barang-barang ekspor Indonesia seperti gula, karet, teh, dan lain-lain. Tetapi selanjutnya kapal Amerika yang mengangkut barang pesanan RI dan akan memuat barang ekspor dari RI dicegat dan seluruh muatannya disita oleh kapal Angkatan Laut Belanda.
b)      Karena blokade Belanda di Jawa terlalu kuat maka usaha diarahkan untuk menembus blokade ekonomi Belanda di Sumatera dengan tujuan Malaysia dan Singapura. Usaha tersebut dilakukan sejak 1946 sampai akhir masa perang kemerdekaan. Hasilnya Indonesia berhasil menyelundupkan karet yang mencapai puluhan ribu ton dari Sumatera ke luar negeri, terutama ke Singapura. Dan Indonesia berhasil memperoleh senjata , obat-obatan dan barang-barang lain yang dibutuhkan.
c)      Pemerintah RI pada 1947 membentuk perwakilan resmi di Singapura yang diberi nama Indonesian Office (Indoff). Secra resmi badan ini merupakan badan yang memperjuangkan kepentingan politik di luar negeri, namun secara rahasia berusaha menembus blokade ekonomi Belanda dengan melakukan perdagangan barter. Diharapkan dengan upaya ini mampu memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia.
d)     Dibentuk perwakilan kemetrian pertahanan di luar negeri yaitu Kementrian Pertahanan Urusan Luar Negeri (KPULN) yang dipimpin oleh Ali Jayengprawiro. Tugas pokok badan ini adalah membeli senjata dan perlengkapan angkatan perang.
2.      Konferensi Ekonomi I (Februari 1946)
Konferensi ini dihadiri oleh para cendekiawan, gubernur, dan pejabat lainnya yang bertanggungjawab langsung mengenai masalah ekonomi di Jawa, yang dipimpin oleh Menteri Kemakmuran (Darmawan Mangunkusumo). Tujuan Konferensi ini adalah untuk memperoleh kesepakatan dalam menanggulangi masalah-masalah ekonomi yang mendesak, seperti :
a)      Konsepsi untuk menghapuskan sistem autokrasi local warisan jepang dan menggantikannya dengan system sentralisasi.
b)      Bahan makanan akan ditangani oleh pemerintah secara sentral oleh organisasi pengawas makanan rakyat yang merubah namanya menjadi badan persediaan dan pembagi makanan (BPPM) yang dipimpin oleh dr.sudarsono
c)      Semua perkebunan akan diawasi pemerintah untuk meningkatkan produksinya.
3.      Konferensi ekonomi II ( 6mei 1946 )
Konferensi kedua di Solo, 6 Mei 1946 membahas mengenai masalah program ekonomi pemerintah, masalah keuangan negara, pengendalian harga, distribusi, dan alokasi tenaga manusia. Wapres Moh. Hatta mengusulkan mengenai rehabilitasi pabrik gula, dimana gula merupakan bahan ekspor penting sehingga harus dikuasai oleh negara. Untuk merealisasikan keinginan tersebut maka pada 6 Juni 1946 dibentuk Perusahaan Perkebunan Negara (PPN).
4.      Planning Board (Badan Perancang Ekonomi) 19 Januari 1947.
Badan ini dibentuk atas usul dari menetri kemakmuran AK. Gani. Badan ini merupakan badan tetap yang bertugas membuat rencana pembangunan ekonomi untuk jangka waktu 2 sampai 3 tahun yang akhirnya disepakati Rencana Pembangunan Sepuluh Tahun.
Badan ini bertujuan untuk menasionalisasikan semua cabang produksi yang telah ada dengan mengubah ke dalam bentuk badan hukum. Hal ini dilakukan dengan harapan agar Indonesia dapat menggunakan semua cabang produksi secara maksimal dan kuat di mata hukum internasional.
5.      Rencana Kasimo (Kasimo Plan)
Menteri persediaan makanan rakyat I J Kasimo menghasilkan rencana prokuksi 5  tahun yangdikenal dengan kasimo plan. Program ini meliputi rencana produksi tiga tahun 1948-1950 mengenai usaha swasembada pangan isinya antara lain:
a)      Memperbanyak kebun bibit dan padi unggul
b)      Pencegahan penyembelihan hewan pertanian
c)      Penanaman kembali tanah kosong
d)     Transmigrasi bagi 20 juta penduduk Pulau Jawa dipindahkan ke Sumatera dalam jangka waktu 10-15 tahun
6.      Pinjaman Nasional
Program ini dilaksanakan oleh mentri keuangan ir.surachman dengan persetujuan BP-KNIPpinjaman nasional akan dibayar kembali selama 40 tahun.pada bulan juli 1946 besar pinjaman sebesar 1 milyar, pada tahun pertama berhasil dikumpulkan uang sejumlah 500milyar. Ini menunjukkan besarnya dukungan dari rakyat Indonesia.
7.      Rekonstruksi dan Rasionalisasi Angkatan Perang (Rera) 1948
Program ini bertujuan untuk mengurangi beban negara dalam bidang ekonomi, selain meningkatkan efisiensi. Rasionalisasi meliputi penyempurnaan administrasi negara, angkatan perang, dan aparat ekonomi []

Beberapa Penyebab kekacauan Perekonomian Indonesia 1945-1950

Berikut merupakan pembahasan tentang penyebab kekacauan perekonomian Indonesia pada masa awal kermerdekaan Indoensia tahun 1945-1950. Sebagian besar faktor tersebut akibat kedatangan Sekutu dan Belanda yang hendak menguasai kembali Indonesia.
Materi ini diajarkan di Kelas XII SMA program IPS semester gasal.
sebagaimana diketahui bahwa pada awal kemerdekaan 1945 hingga 1950 Indonesia harus menghadapi ancaman Belanda yang hendak menguasai kembali Indonesi. Oleh sebab itu, keadaan tersebut berdampak pula pada perekonomian bangsa Indonesia.
Adapun beberapa Faktor penyebab kacaunya perekonomian Indonesia 1945-1950 adalah sebagai berikut .
1.  Terjadi Inflasi yang sangat tinggi
Pada masa awal kemerdekaan, bangsa kita harus menghadapi Inflasi tersebut disebabakan karena :
a. Beredarnya mata uang Jepang di masyarakat dalam jumlah yang tak terkendali (pada bulan Agustus 1945 mencapai 1,6 Milyar yang beredar di Jawa sedangkan secara umum uang yang beredar di masyarakat mencapai 4 milyar).
b. Beredarnya mata uang cadangan yang dikeluarkan oleh pasukan Sekutu dari bank-bank yang berhasil dikuasainya untuk biaya operasi dan gaji pegawai yanh jumlahnya mencapai 2,3 milyar.
c. Repubik Indonesia sendiri belum memiliki mata uang sendiri sehingga pemerintah tidak dapat menyatakan bahwa mata uang pendudukan Jepang tidak berlaku.
Karena inflasi ini kelompok yang paling menderita adalah para petani sebab petani merupakan produsen yang paling banyak menyimpan mata uang Jepang. Hasil pertanian mereka tidak dapat dijual, sementara nilai tukar mata uang yang mereka miliki sangat rendah.
Pemerintah Indonesia yang baru saja berdiri tidak mampu mengendalikan dan menghentikan peredaran mata uang Jepang tersebut sebab Indonesia belum memiliki mata uang baru sebagai penggantinya. Pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk sementara waktu menyatakan ada 3 mata uang yang berlaku di wilayah RI, yaitu:
·     Mata uang De Javasche Bank
·     Mata uang pemerintah Hindia Belanda
·     Mata uang pendudukan Jepang
2.      Adanya Blokade ekonomi dari Belanda
Blokade oleh Belanda ini dilakukan dengan menutup (memblokir) pintu keluar-masuk perdagangan RI terutama melalui jalur laut dan pelabuhan-pelabuhan penting. Blokade ini dilakukan mulai bulan November 1945. Adapun alasan dari pemerintah Belanda melakukan blokade ini adalah :
a.  Mencegah masuknya senjata dan peralatan militer ke Indonesia.
b.  Mencegah kelurnya hasil-hasil perkebunan milik Belanda dan milik asing lainnya.
c.  Melindungi bangsa Indonesia dari tindakan-tindakan yang dilakukan oleh bangsa lain.
Dengan adanya blokade tersebut menyebabakan:
·     Barang-barang ekspor RI terlambat terkirim.
·     Barang-barang dagangan milik Indonesia tidak dapat di ekspor bahkan banyak barang-barang ekspor Indonesia yang dibumi hanguskan.
·    Indonesia kekurangan barang-barang import yang sangat dibutuhkan.
·     Inflasi semakin tak terkendali sehingga rakyat menjadi gelisah.
Tujuan/harapan Belanda dengan blokade ini adalah
·   Agar ekonomi Indonesia mengalami kekacauan
·   Aagar terjadi kerusuhan sosial karena rakyat tidak percaya kepada pemerintah Indonesia,  sehingga pemerintah Belanda dapat dengan mudah mengembalikan eksistensinya.
·  Untuk menekan Indonesia dengan harapan bisa dikuasai kembali oleh Belanda.
3. Kekosongan kas Negara
Kas Negara mengalami kekosongan karena pajak dan bea masuk lainnya sangat berkurang sementara pengeluaran negara semakin bertambah. Penghasilan pemerintah hanya bergantung kepada produksi pertanian. Karena dukungan dari bidang pertanian inilah pemerintah Indonesia masih bertahan, sekalipun keadaan ekonomi sangat buruk.
Demikian pembahasan tentang beberapa penyebab kacaunya perekonomian Indoenesia pada masa awal kemerdekaan. bagamiana langkah-langkah yang dilakukan bangsa Indonesia untuk mengatasi krisis? akan dibahas dalam artikel selanjutnya.
semoga bermanfaat. []

Kronologi Kemerdekaan Bangsa Indonesia

Kemerdekaan Indonesia ditentukan oleh beberapa momentum menjelang kemerdekaan bangsa Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Sinyal kemerdekaan Indonesia sebenarnya sudah terasa ketika Jepang memberikan Janji kemerdekaan kepada bangsa Indonesia dan meminta membentuk BPUPKI dan diubah menjadi PPKI.

Namun, Bangsa ini membuktikan bahwa kemerdekaan bangsa ini bukanlah sebuah hadiah atau pemberian dari Jepang, melainkan atas usaha sendiri yang diperoleh melalui usaha, keringat, dan doa. Atas rahmat Allah yang maha kuasa bangsa ini mampu memperoleh kemerdekaan. Lalu seperti apa moment kemerdekaan bangsa Indonesia?

Berikut adalah kronologis proklamasi kemerdekaan RI:

6 Agustus 1945

hiroshima nagasaki bombPesawat terbang B-29 milik Amerika Serikat yang terbang di atas kota Hiroshima pada 6 Agustus 1945 sekitar pukul 08.15 pagi melepaskan sebuah bom atom yang populer dengan sebutan “little boy”. Sepersejuta detik kemudian, pijaran api menjilat udara. sebuah bola api raksasa berdiameter sekitar 280 m membumbung ke langit.
Setelah sedetik ledakan, suhu udara di permukaan tanah di bawahnya mencapai 5.000° C. Sampai radius 600 m, suhu masih berkisar 2.000° C. Seluruh kota Hiroshima hancur lebur. Sekitar 85 persen bangunan, tumbuhan, dan lanskap kota hancur lebur, rata dengan tanah akibat sapuan gelombang panas.

7 Agustus 1945

Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) atau dalam bahasa Jepang Dokuritzu Zyunbi Tjoosakai yang diketuai oleh Dr. K.R.T. Radjiman Wedyodiningrat dibubarkan diganti dengan PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) atau dalam bahasa Jepang Dokuritzu Zyunbi Iinkai.
Anggota BPUPKI berjumlah 62 orang dan dilantik pada 28 Mei 1945. BPUPKI menggelar dua kali sidang. Sidang pertama dilaksanakan pada 29 Mei–1 Juni 1945 untuk membahas rumusan Undang-Undang Dasar dan dasar negara. Sidang kedua berlangsung pada 10-17 Juli 1945 yang fokus membahas rumusan Undang-Undang Dasar negara Indonesia.

9 Agustus 1945

Pesawat B-29 Superfortress milik Amerika Serikat yang bertolak dari Pulau Tinian menjatuhkan bom atom berjuluk Fat Man di kota Nagasaki. Dalam sekejap bom itu meluluhlantakkan Nagasaki dan membunuh sekitar 80 ribu orang penduduknya. Bom atom kedua ini menyebabkan Jepang sangat terpukul dan kehilangan kekutan untuk terus berperang melawan pasukan Amerika Serikat dan sekutunya.
Momen ini pun dimanfaatkan oleh Indonesia untuk memproklamasikan kemerdekaannya. Soekarno dan Hatta selaku pimpinan PPKI serta Radjiman Wedyodiningrat sebagai mantan ketua BPUPKI diterbangkan ke Dalat, 250 km di sebelah timur laut Saigon, Vietnam untuk bertemu Marsekal Terauchi. Mereka mendapatkan penegasan bahwa pasukan Jepang sedang di ambang kekalahan dan akan memberikan kemerdekaan kepada Indonesia.

10 Agustus 1945

Di Indonesia, Sutan Syahrir telah mendengar berita lewat radio siaran luar negeri yang saat itu terlarang bahwa Jepang telah menyerah kepada Sekutu. Para pejuang bawah tanah bersiap-siap memproklamasikan kemerdekaan RI, dan menolak bentuk kemerdekaan yang diberikan sebagai hadiah Jepang. Syahrir memberitahu penyair Chairil Anwar tentang dijatuhkannya pengeboman Nagasaki dan bahwa Jepang telah menerima ultimatum dari Sekutu untuk menyerah. Berita ini kemudian tersebar di lingkungan para pemuda terutama para pendukung Syahrir.

12 Agustus 1945

Jepang melalui Marsekal Terauchi di Dalat, Vietnam, mengatakan kepada Soekarno, Hatta dan Radjiman bahwa pemerintah Jepang akan segera memberikan kemerdekaan kepada Indonesia dan proklamasi kemerdekaan dapat dilaksanakan dalam beberapa hari, tergantung cara kerja PPKI. Meskipun demikian Jepang menginginkan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 24 Agustus.

14 Agustus 1945

Tatkala Soekarno, Hatta, dan Radjiman kembali ke tanah air, Syahrir mendesak agar Soekarno segera memproklamasikan kemerdekaan karena menganggap hasil pertemuan di Dalat sebagai tipu muslihat Jepang. Pasalnya. Syahrir berargumen, Jepang setiap saat pasti menyerah kepada Sekutu.
Syahrir juga menyiapkan pengikutnya yang bakal berdemonstrasi dan bahkan siap melucuti senjata pasukan militer Jepang di Indonesia. Syahrir juga telah menyusun teks proklamasi dan telah dikirimkan ke seluruh Jawa untuk dicetak dan dibagi-bagikan.
Namun Soekarno belum yakin bahwa Jepang telah menyerah. Menurut Soekarno, jika proklamasi kemerdekaan RI dipaksakan saat itu, maka dapat menimbulkan pertumpahan darah yang besar, dan dapat berakibat sangat fatal jika para pejuang Indonesia belum siap. Soekarno juga mengingatkan Hatta bahwa Syahrir tidak berhak memproklamasikan kemerdekaan karena itu adalah hak PPKI.
Di lain pihak Syahrir menganggap PPKI adalah badan buatan Jepang. Karena itu jika proklamasi kemerdekaan dilakukan oleh PPKI maka kemerdekaan Indonesia hanya merupakan hadiah dari Jepang.

15 Agustus 1945

Jepang secara resmi menyatakan menyerah kepada Sekutu. Tentara dan Angkatan Laut Jepang yang berkuasa di Indonesia telah berjanji akan mengembalikan kekuasaan Indonesia ke tangan Belanda.
Setelah mendengar kabar tersebut, para pemuda Indonesia mendesak golongan tua untuk segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Namun golongan tua tidak ingin terburu-buru. Konsultasi pun dilakukan dalam bentuk rapat PPKI. Soekarno dan Hatta mendatangi penguasa militer Jepang (Gunsei) untuk memperoleh konfirmasi di kantornya di Koningsplein (Medan Merdeka). Tapi kantor tersebut kosong.
Soekarno dan Hatta bersama Soebardjo lantas menemui Laksamana Maeda, di kantornya di Jalan Imam Bonjol. Maeda menyambut kedatangan mereka dengan ucapan selamat atas keberhasilan negosiasi mereka di Dalat sambil menegaskan bahwa ia masih menunggu instruksi dari Tokyo.
Sesudah pertemuan itu, Soekarno dan Hatta segera mempersiapkan pertemuan PPKI pada tanggal 16 Agustus keesokan harinya di Jalan Pejambon No 2 guna membicarakan segala sesuatu yang berhubungan dengan UUD.
Malam harinya, perwakilan pemuda yaitu Darwis dan Wikana menemui Soekarno dan Hatta di Pegangsaan Timur No. 56 Jakarta dan kembali mendesak agar mau memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada 16 Agustus 1945. Namun keduanya tetap menolak ide tersebut dan bersikukuh bahwa kemerdekaan harus dibicarakan oleh PPKI. Suasana bahkan sempat tegang saat Soekarno memersilakan para pemuda untuk membunuhnya jika ia dipaksa untuk melakukan ide tersebut.

16 Agustus 1945

Pada dini hari 16 Agustus 1945, golongan muda mengadakan rapat di Asrama Baperpi, Jalan Cikini 71 Jakarta dengan keputusan untuk membawa Soekarno dan Hatta keluar dari kota Jakarta agar tidak terkena pengaruh Jepang. Saat itu pula, selepas Soekarno dan Hatta menikmati santap sahur, mereka “diculik” oleh Soekarni, Yusuf Kunto, dan Syodanco Singgih ke Rangasdengklok, Karawang, Jawa Barat.
Rapat PPKI pada 16 Agustus pukul 10 pagi batal dilaksanakan karena Soekarno dan Hatta tidak muncul. Peserta rapat tidak tahu telah terjadi “penculikan” terhadap keduanya.
Pada sore harinya, Ahmad Soebarjo _ember jaminan bahwa selambat-lambatnya 17 Agustus 1945 Soekarno-Hatta akan memproklamasikan Kemerdekaan Indonesia. Syodanco Subeno lantas (komandan kompi tentara PETA di Rengasdengklok) memperbolehkan Soekarno-Hatta kembali ke Jakarta.

17 Agustus 1945

17 Agustus dini hari, Soekarno dan Hatta melakukan perundingan antara golongan muda dan golongan tua dalam penyusunan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Teks proklamasi ditulis di ruang makan di kediaman Soekarno, Jl. Pegangsaan Timur 56 Jakarta. Para penyusun teks proklamasi itu adalah Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta, dan Mr. Ahmad Soebarjo. Konsep teks proklamasi ditulis oleh Ir. Soekarno sendiri. Di ruang depan, hadir B.M Diah Sayuti Melik, Sukarni dan Soediro. Sukarni mengusulkan agar yang menandatangani teks proklamasi itu adalah Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta atas nama bangsa Indonesia. Teks Proklamasi Indonesia itu diketik oleh Sayuti melik.
Pagi harinya, 17 Agustus 1945, di kediaman Soekarno, Jalan Pegangsaan Timur 56 telah hadir para tokoh pergerakan dan Wakil Walikota Jakarta saat itu yakni Soewirjo. Acara dimulai pada pukul 10:00 dengan pembacaan proklamasi oleh Soekarno dan disambung pidato singkat tanpa teks. Kemudian bendera Merah Putih yang telah dijahit oleh Ibu Fatmawati dikibarkan, disusul dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. []

KEHIDUPAN POLITIK, EKONOMI DAN SOSIAL BUDAYA BANGSA INDONESIA PASCA KEMERDEKAAN 1945 – 1950

 

Pada masa awal kemerdekaan, bangsa Indonesia mengalami permasalahan yang cukup pelik. Selain harus menghadapi sekutu dan NICA yang berusaha menguasai kembali bangsa Indonesia pasca kemerdekaan, bangsa kita juga harus menata dari awal kehidupan ekonomi, politik hingga sosial budayanya. Berikut merupakan kondisi bangsa Indonesia pasca kemerdekaan pada tahun 1945-1950.

1. Bidang Ekonomi

Pada masa pasca proklamasi kemerdekaan, keadaan perekonomian Indonesia mengalami kondisi yang cukup terpuruk dengan terjadinya inflasi dan pemerintah tidak sanggup mengontrol mata uang asing yang beredar di Indonesia, terutama mata uang Jepang dan mata uang Belanda, keadaan kas Negara dan bea cukai dalam keadaan nihil, begitu juga dengan pajak.

Oleh karena itu dengan sangat terpaksa pemerintah Indonesia menetapkan tiga mata uang sekaligus yaitu mata uang de javasche Bank , mata uang Hindia Belanda dan mata uang pemerintahan Jepang. Pemerintah Indonesia juga mengambil tindakan lain yaitu menasionalisasikan de javasche bank, KLM, KPM, dan perkebunan – perkebunan asing milik swasta asing, serta mencari pinjaman dana dari luar negeri seperti Amerika, tetapi semua itu tidak memberikan hasil yang berarti dikarenakan adanya blokade ekonomi oleh Belanda dengan menutup akses ekspor impor yang mengakibatkan negara merugi sebesar 200.000.000,00.

Banyak peristiwa yang mengakibatkan defisitnya keuangan negara salah satunya adalah perang yang dilancarkan sekutu dan NICA. Usaha- usaha lain yang dilakukan oleh pemerintah RI untuk mengatasi masalah ekonomi adalah menyelenggarakan konferensi ekonomi pada bulan februari tahun 1946. Agenda utamanya adalah usaha peningkatan produksi pangan dan cara pendistribusiannya, masalah sandang, serta status dan administrasi perkebunan milik swasta asing.

2. Bidang Politik

Kondisi dunia politik bangsa Indonesia pasca proklamasi kemerdekaan, banyak sekali mengalami perubahan dan pembaharuan di segala aspek. Sebagian besar melakukan pembenahan di dalam tubuh pemerintahan yang mana sebelumnya dipimpin oleh bangsa jepang yang menduduki bangsa Indonesia setelah Belanda. Pertama-tama melakukan rapat PPKI yang dilaksanakan pada tanggal 18 agustus 1945. Agenda pertama adalah menunjuk presiden dan wakil presiden serta mengesahkan dasar negara yaitu UUD Negara. Kemudian rapat terus berlanjut dengan agenda–agenda yang lebih luas yaitu pembentukan alat-alat perlengkapan negara seperti Komite Nasional, Kabinet Pertama RI, pembagian wilayah RI atas 8 Propinsi beserta pada gubernurnya, penetapan PNI sebagai satu-satunya partai politik di Indonesia, pembentukan BKR/TKR, dan lain-lain. Tetapi banyaknya hambatan dan kurangnya pengalaman dalam perjalanan pembangunan yang akan dihadapi, maka jalannya pemerintahan menjadi tersendat dan tidak seluruhnya sesuai rencana dan cita-cita yang telah di canangkan.

3. Bidang sosial dan budaya

Pasca proklamasi kemerdekaan banyak terjadi perubahan sosial yang ada di dalam kehidupan masyarakat Indonesia pada khususnya. Dikarenakan sebelum kemerdekaan di proklamirkan, didalam kehidupan bangsa Indonesia ini telah terjadi diskriminasi rasial dengan membagi kelas-kelas masyarakat. Yang mana masyarakat di Indonesia sebelum kemerdekaan di dominasi oleh warga eropa dan jepang, sehingga warga pribumi hanyalah masyarakat rendahan yang kebanyakan hanya menjadi budak dari bangsawan atau penguasa.

Tetapi setelah 17 agustus 1945 segala bentuk diskriminasi rasial dihapuskan dari bumi bangsa Indonesia dan semua warga negara Indonesia dinyatakan memiliki hak dan kewajiban yang sama dalam segala bidang.

Salah satu tujuan bangsa Indonesia yang telah dicanangkan sejak awal adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Dengan adanya landasan itulah yang menjadikan misi utama yaitu menitik beratkan pembangunan awal dibidang pendidikan yang mana telah di pelopori oleh Ki Hajar Dewantara yang mana di cetuskan menjadi Bapak pendidikan yang juga menjabat sebagai menteri pendidikan pada masa pasca kemerdekaan 1945.[]

Pokok-pokok Kesepakatan dalam Perjanjian Linggarjati, Renville, Roem-Royen dan KMB

ndonesia adalah sebuah bangsa yang memilih jalan diplomasi ketimbang angkat senjata dalam mempertahankan kemerdekaannya. Meskipun tidak mudah, namun pada kenyataannya “pengorbanan” yang dilakukan selama memilih jalur diplomasi mampu membuahkan hasil, yaitu pada keberhasilan diakuinya bangsa Indonesia secara de jure oleh Kerajaan Belanda. Hal ini tentu saja merupakan sebuah bukti, bahwa dalam menyelesaikan persoalan bangsa, tidak selalu harus diselesaikan dengan jalan perang. Bangsa ini membuktikan bahwa jalur diplomasi untuk menyelesaikan permasalahan dengan duduk bersama dan bermufakat adalah jalan yang mulia.

Berikut sarisejarah.com akan memaparkan beberapa pokok kesepakatan yang tercapai dalam perundingan-perundingan yang dilakukan antara Indonesia dengan Belanda selama masa revolusi fisik mempertahankan kemerdekaan. Perundingan itu antara lain:
1. PERJANJIAN LINGGARJATI (15 November 1946 – 25 Maret 1947) : Atas prakarsa seseorang bernama Lord Killearn, perundingan antara Indonesia dan Belanda dilakukan di suatu daerah bernama Linggarjati. Oleh sebab itu nama perundingan menggunakan nama tempat yang digunakan untuk perundingan tersebut. Perundingan Linggarjati diadakan sebagai bentuk upaya menyelesaikan permasalahan kedua negara yang terlibat kontak fisik dalam upaya mempertahankan kemerdekaan bagi Indonesia, sebaliknya, Belanda berupaya menguasai kembali Bangsa Indonesia. Perwakilan Belanda dalam perjanjian ini antara lainProf. Schermerhorn, De Boer, dan van Pool. Sedangkan Indonesia diwakili oleh Sutan Syahrir. Sementara itu Lord Killearn (sebagai pihak penengah).
Beberapa pokok kesepakatan antara lain;
1. Belanda mengakui secara de facto wilayah Republik Indonesia, yaitu Jawa, Sumatera dan Madura.
2. Belanda harus meninggalkan wilayah RI paling lambat tanggal 1 Januari 1949.
3. Pihak Belanda dan Indonesia Sepakat membentuk negara RIS.
4. Dalam bentuk RIS Indonesia harus tergabung dalam Commonwealth/Persemakmuran Indonesia-Belanda dengan mahkota negeri Belanda sebagai kepala uni.
Secara garis besar perundingan tersebut sangat berat sebelah, karena terlalu merugikan bagi bangsa Indonesia. Sebab wilayah Indonesia menjadi sangat sempit. Oleh sebab itu kesepakatan ini mengundang pro dan Kontra di kalangan masyarakat Indonesia. Banyak pihak yang menuding (terutama dari kalangan oposisi pemerintah) bahwa perjanjian itu adalah bukti lemahnya pemerintahan Indonesia untuk mempertahankan kedaulatan negara Indonesia. Untuk menyelesaikan permasalahan ini, pemerintah mengeluarkan Peraturan Presiden No. 6/1946, dimana bertujuan menambah anggota Komite Nasional Indonesia Pusat agar pemerintah mendapat suara untuk mendukung perundingan linggarjati.
Meskipun diwarnai pro dan kontra, pemerintah tetap bergeming untuk mematuhi perundingan tersebut. Berikut merupakan alasan mengapa Republik Indonesia menerima hasil Persetujuan Linggarjati. Diantaranya dikarenakan Indonesia mencintai cara damai merupakan jalan terbaik, mengingat militer Indonesia masih di bawah Belanda. Disamping itu, cara diplomasi lebih elegan dilakukan dari pada perang. Terlebih lagi, dunia pada waktu itu baru saja selesai perang dunia II yang menelan jutaan jiwa. Perundingan merupakan wujud komitmen bangsa Indonesia dalam mencapai perdamaian dunia.
b. Cara diplomasi bertujuan untuk menarik simpati dunia internasional. Terbukti dengan adanya pengakuan kedaulatan oleh Inggris, Amerika Serikat, Mesir, lebanon, Suriah, Afganistan, Myanmar, Yaman, Saudi Arabia, dan Uni Soviet.
c. Perdamaian dan gencatan senjata memberi peluang bagi Indonesia untuk melakukan konsolidasi.
Sayangnya, Belanda tidak sepenuhnya konsisten terhadap isi kesepakatan Linggarjati. Sebab, terdapat perbedaan penafsiran mengenai beberapa pasal persetujuan menjadi pangkal perselisihan. Pihak Belanda tidak dapat menahan diri, sehingga pada akhirnya mereka melakukan serangan militer pada tanggal 21 Juli 1947. Aksi militer tersebut dikenal dengan sebutan  Agresi Militer Belanda 1.
2. PERJANJIAN RENVILLE (8 Desember 1947 – 17 Januari 1948) :
Perundingan Renville dimaksudkan untuk meredam konflik antara Indonesia dengan Belanda, namun lagi-lagi perundingan itu nampak berat sebelah, hal ini tampak pada beberapa keputusan yang menjadi pokok kesepatakan antara kedua belah pihak, antara lain,
1. Belanda hanya mengakui Jawa tengah, Yogyakarta, dan Sumatera sebagai bagian wilayah Republik Indonesia.
2. Disetujuinya sebuah garis demarkasi yang memisahkan wilayah Indonesia dan daerah pendudukan Belanda.
3. TNI harus ditarik mundur dari daerah-daerah kantongnya di wilayah pendudukan di Jawa Barat dan Jawa Timur Indonesia di   Yogyakarta.
PERJANJIAN ROEM-ROIJEN (14 April 1949 – 7 Mei 1949) : 1. Angkatan bersenjata Indonesia akan menghentikan semua aktivitas gerilya.
2. Pemerintah Republik Indonesia akan menghadiri Konferensi Meja Bundar.
3. Pemerintah Republik Indonesia dikembalikan ke Yogyakarta.
4. Angkatan bersenjata Belanda akan menghentikan semua operasi militer dan membebaskan semua tawanan perang.
4. KONFERENSI MEJA BUNDAR (23 Agustus 1949 – 2 November 1949) : 1. Serah terima kedaulatan dari pemerintah kolonial Belanda kepada Republik Indonesia Serikat, kecuali Papua bagian barat. Indonesia ingin agar semua bekas daerah Hindia Belanda menjadi daerah Indonesia, sedangkan Belanda ingin menjadikan Papua bagian barat negara terpisah karena perbedaan etnis. Konferensi ditutup tanpa keputusan mengenai hal ini. Karena itu pasal 2 menyebutkan bahwa Papua bagian barat bukan bagian dari serah terima, dan bahwa masalah ini akan diselesaikan dalam waktu satu tahun.
2. Dibentuknya sebuah persekutuan Belanda-Indonesia, dengan monarch Belanda sebagai kepala negara.
3. Pengambil alihan hutang Hindia Belanda oleh Republik Indonesia Serikat.
Demikian merupakan artikel singkat tentang pokok kesepakatan Indonesia dengan Belanda, semoga memberikan manfaat. []

Beberapa motif penjelajahan Samudera Bangsa Barat ke Timur

Telah banyak artikel yang membahas tentang faktor faktor pendorong penjelajahan bangsa barat ke dunia timur untuk mencari rempah-rempah. Namun tidak banyak yang membahas tentang motif-motif yang melatarbelakangi ekspedisi tersebut.
Dalam pembahasan kali ini, sarisejarah.com akan membahas tentang beberapa motif penjelajahan samudera bangsa barat ke dunia timur.
namun sebelumnya, kita harus memahami terlebih dahulu kondisi di Eropa pada waktu itu.
Pada masa pertengahan, khususnya setelah renaissance di Eropa, masyarakat eropa mengalami perubahan tatanan kehidupan di berbagai bidang. salah satunya adalah di bidang industri. Banyak temuan yang digunakan untuk pemanfaatan di bidang industri, misalnya di pabrik-pabrik. pekerjaan menjadi efektif dan efisien. Efektif maksudnya adalah pekerjaan tidak membutuhkan banyak tenaga kerja, sebab tenaga manusia telah banyak yang digantikan oleh tenaga mesin. Sehingga pekerjaan yang semula memerlukan waktu beberapa minggu, dapat diselesaiakan dengan waktu yang relatif singkat yaitu hanya beberapa hari. Disamping itu juga pekerjaan menjadi lebih efisien, karena tidak banyak biaya yang harus dikeluarkan untuk membayar upah buruh, disamping itu dengan pemanfaatan teknologi di bidang mesin, maka biaya yang dikeluarkan dapat ditekan lebih dalam sehingga menghasilkan pemasukan yang lebih maksimal.
Hal ini yang kemudian menyebabkan terjadinya revolusi sosial. Disamping itu, dalam perkembangannya kehidupan industri memunculkan paham-paham yang menggejala diseluruh eropa diantaranya adalah paham merkantilisme, kapitalisme, kolonialisme, dan imperialisme. Ini telah kami bahas dalam artikel sebelumnya,
Hal hal inilah yang mendorong terjadinya penjelajahan samudera. Berikut motif-motif penjelajahan samudera bangsa barat:
1. Faktor politis; Prestise/gengsi dari para Raja di Eropa; tidak dapat dimungkiri bahwa Raja-Raja di eropa sangat menginginkan kekuasaan yang lebih dengan ditandai kepemilikan jajahan yang sangat luas. Sebab pandangan umum yang berlaku adalah semakin luas wilayah penjajahannya, maka semakin tenar nama Raja tersebut di mata rakyatnya. Ia akan dianggap sebagai Raja yang mengantarkan negaranya pada puncak kejayaan. Oleh sebab itu, kebanyakan kerajaan yang membiayai ekspedisi penjelajahan samudera bagi para pelaut tersebut.
2. Faktor ekonomi; setidaknya terdapat beberapa alasan ekonomi yang melatar belakangi penjelajahan samudera, diantarnya adalah a) keinginan memperoleh bahan baku Industri mereka, sebagaimana diketahui bahwa bangsa Eropa telah mengubah negara mereka menjadi negara industri yang membutuhkan bahan produksi mereka. Bahan itulah yang tidak mereka dapatkan karena keterbatasan sumber daya alam, sehingga hal ini mendorong mereka untuk mencari di negara lain, b) keinginan memperoleh upah buruh yang murah, c) keinginan untuk mendapatkan tempat pemasaran hasil produksinya, d) keinginan untuk mencari tempat menanamkan modal mereka.
3. Faktor ideologis, yaitu tentang semboyan tradisional mereka, GOLD Glory Gospel, yang berarti mencari kekayaan, kejayaan dan menyebarkan agama Nasrani. Mengenai hal ini akan kami bahas dalam artikel berikutnya.
Demikian merupakan artikel singkat tentang motif penjelajahan samudera bangsa barat, semoga bermafaat. []

Mengapa bangsa Eropa datang ke Dunia Timur?

Pada artikel sebelumnya telah disinggung tentang pengertian merkantilisme, imperialisme, kolonialisme, dan kapitalisme yang memiliki kaitan erat dengan motif kedatangan bangsa barat ke Indonesia. Dipelopori oleh Portugis, Spanyol, Belanda maupun Inggris, mereka memiliki alasan yang kuat untuk melakukan perjalanan ke dunia timur.
berikut merupakan beberapa alasan mengapa bangsa eropa datang ke Eropa. Kami akan menguraikan satu persatu hanya untuk anda.
1.  Renaissance
Tidak dapat dimungkiri bahwa Renaissance merupakan faktor terpenting yang melatarbelakangi keberanian bangsa eropa mengarungi samudera yang begitu luas. Renaissance berasal dari bahasa Prancis, Renascari yaitu kelahiran kembali kebudayaan klasik dari jaman Romawi dan Yunani kuno yang meliputi kesusasteraan, seni dan ilmu pengetahuan. Gerakan ini dipelopori oleh  Dante Aligheiri, Petrarca dan Boccacio.
Timbulnya gerakan ini disebabkan oleh :
  • Terjadinya pertumbuhan perdagangan di kota Venesia, Florence dan Geno (Italia)
  • Adanya puing-puing bangunan lama yang megah dan mengagumkan di kota Roma dan kota-kota lainnya
  • Perkembangan ekonomi Italia lebih maju dari Negara Eropa lainnya
  • Bangsawan Italia tidak tinggal di pedalaman tapi di kota-kota
    Berdasarkan fakta di atas, renaissance menyebabkan perubahan tatanan kehidupan khususnya di Eropa, sehingga pengetahuan berkembangan dengan sangat pesat. Pada akhirnya kemajuan teknologi khususnya di bidang perkapalan menyebabkan bangsa Eropa mampu menjangkau dan memiliki harapan menguasai daerah daerah baru untuk dikuasai.ilustrasi peta penjelajahan samudera
2. Penjelajahan samudera dan Penemuan daerah baru
Awal abad ke 16 bangsa Portugis, Spanyol, Inggris dan Negara Eropa lainnya mengadakan penjelajahan samudera karena didorong oleh faktor berikut :
a.  Tahun 1453 kota Konstantinopel jatuh ke tangan Turki yang mengakibatkan harga  rempah-rempah menjadi sangat mahal. Disamping itu pusat perdagangan yang dikuasai oleh kesultanan Turki tertutup bagi bangsa barat. Oleh sebab itu, para pedagang Eropa mulai berfikir untuk mencari dan mendapatkan rempah-rempah langsung dari sumbernya, yaitu di India.
b.  Berkembangnya Ilmu pengetahuan tentang bumi dan ilmu astronomi dan penemuan kompas. Sebelum renaissance, masyarakat Eropa harus menerima dogma gereja yang menyatakan bahwa bumi berbentuk datar, oleh sebab itu mereka takut untuk mengarungi samudera yang luas. Mereka khawatir tidak dapat pulang dengan selamat apabila terjerumus ke tepi dunia. Oleh sebab itu, mereka tidak pernah berani mencoba menemukan hal baru. Namun setelah renaissancce, terbukti bahwa bumi itu bulat, maka mereka tidak khawatir untuk tersesat, dengan didukung teknologi kapal dan kompas, memungkinkan mereka dapat mengarungi samudera yang luas, namun yang terpenting adalah ada jaminan untuk dapat pulang dengan selamat.
c.  Timbulnya keinginan untuk mencari keuntungan yang besar dan upaya untuk mencari daerah baru
d.    Ingin menyebarkan agama Kristen ke seluruh dunia, misi ini disebut Gospel. Tugas ini dianggap sebagai tugas suci untuk menyebarkan agama mereka. Oleh sebab itu dalam setiap pelayaran mereka membawa serta para pendeta.
e.    Adanya  Penemuan baru di bidang ilmu Pengetahuan, diantaranya  Johan Guttenberg menemukan mesin cetak; Nicolaus Copernicus menemukan matahari sebagai pusat tata surya;  Galileo galilei menemukan teleskop
f. Penemuan teknologi peta. para pembuat peta mungkin adalah pihak yang paling berjasa dan menentukan keberhasilan menemukan daerah baru. mereka senantiasa menyempurnakan peta yang lebih dahulu dibuat. Dengan pesatnya pengetahuan tentang peta, mereka mampu membuka cakrawala dan wawasan bahwa ternyata masih banyak daerah yang menarik untuk ditaklukkan dan mampu menghasilkan sumber daya alam yang menunjang kebutuhan industri di negara mereka
demikianlah artikel tentang faktor pendorong bangsa Eropa melakukan pelayaran di dunia timur, semoga bermanfaat. []

Pengertian Kolonialisme Imperialisme merkantilisme dan kapitalisme

Dalam pembahasan kali ini akan dipaparkan secara sederhana tentang pengertian dari kolonialisme, kapitalisme, merkantilisme, maupun imperialisme. Dalam perkembanganya beberapa istilah tersebut memang saling memiliki keterkaitan, apalagi apabila kita mengaitkannya dengan abad penjelajahan pada masa pertengahan untuk menemukan dunia-dunia baru. Setelah renaissance, bangsa Eropa seolah menemukan semangat baru di bidang pengetahuan yang berujung pada penemuan revolusioner di bidang industri yang dipelopori oleh Inggris, Pengaruhnya menyebar hingga ke seluruh wilayah eropa. Karenanya, negara-negara tersebut berubah menjadi negara industri. Dengan demikian, muncullah paham paham baru sebagaimana menjadi judul pada artikel ini.
Untuk memahami keempat istilah di atas, marilah kita mengetahui terlebih dahulu persamaan dan perbedaan Kolonialisme dan Imperialisme.
Persamaan dari kolonialisme dan imperialisme adalah keduanya merupakan penjajahan atau penguasaan terhadap suatu daerah atau suatu bangsa oleh bangsa lainnya.
Perbedaan dari kolonialisme dan imperialisme dilihat dari :
a. Asal Kata
Kolonialisme berasal dari kata colonia dalam bahasa latin yang artinya tanah permukiman/ jajahan.
Imperialisme berasal dari kata imperator yang artinya memerintah. Atau dari kata imperium yang artinya kerajaan besar dengan memiliki daerah jajahan yang amat luas.
berdasarkan asal kata tersebut dapat dibuat sebuah pengertian bahwa kolonialisme adalah suatu sistem dimana suatu negara menguasai rakyat dan sumber daya negara lain tetapi masih tetap berhubungan dengan negeri asal.
Sedangkan Imperialisme adalah suatu sistem penjajahan langsung dari suatu negara terhadap negara lainnya.IMPERIALISME
Berdasarkan waktu munculnya imperialisme dibagi menjadi 2 yaitu: imperialisme kuno, dan imperialisme modern. Adapun perbedaan dari Imperialisme kuno dan imperialisme modern adalah sebagai berikut:
a. Terjadinya
    Imperialisme Kuno terjadi sebelum revolusi industri
Imperialisme Modern terjadi setelah revolusi industri
    b. Segi Kepentingan
Imperialisme Kuno, adanya dorongan untuk kepentingan mencari tanah jajahan karena keinginan mencapai kejayaan (glory),memiliki kekayaan (GOLD), menyebarkan agama (gospel).
Imperialisme Modern, adanya dorongan kepentingan ekonomi, keinginan negara penjajah mengembangkan perekonomiannya dan untuk memenuhi kebutuhan industri dimana negara jajahan sebagai sumber penghasil bahan mentah dan tempat pemasaran hasil industri.
·         MERKANTILISME
·         Pengertian :
·         Paham yang ditandai dengan adanya campur tangan pemerintah secara ketat dan menyeluruh dalam kehidupan perekonomian guna memupuk kekayaan logam mulia sebanyak-banyakanya sebagai standard dan ukuran kekayaan yang dimiliki, kesejahteraan dan kekuasaan Negara tersebut
KAPITALISME
Pengertian :
Kapitalisme adalah sebuah system ekonomi dimana individu secara privat melakukan kegiatan produksi, pertukaran barang, dan jasa pelayanan melalui sebuah jaringan pasar dan harga yang kompleks
Kapitalisme menurut Karl Marx, adalah sebuah sistem dimana pemilik modal menjadi penentu dari seluruh kebijakan pasar dan harga barang dengan meminimalisir kerugian dan memaksimalkan keuntungan.
Pemikiran Marx tentang kapitalisme diilhami dari pengaruh ideologi Komuni. Penganut paham ini berasal dari Manifest der Kommunistischen yang ditulis oleh Karl Marx dan Friedrich Engels, sebuah manifesto politik yang pertama kali diterbitkan pada 21 Februari 1848 teori mengenai komunis sebuah analisis pendekatan kepada perjuangan kelas (sejarah dan masa kini) dan ekonomi kesejahteraan yang kemudian pernah Neokolonialisme adalah praktik Kapitalisme, Globalisasi, dan pasukan kultural untuk mengontrol sebuah negara (biasanya jajahan Eropa terdahulu di Afrika atau Asia) sebagai pengganti dari kontrol politik atau militer secara langsung. Kontrol tersebut bisa berupa ekonomi, budaya, atau linguistik; dengan mempromosikan budaya, bahasa atau media di daerah jajahan mereka, korporasi tertanam di budaya dapat membuat kemajuan yang lebih besar dalam membuka pasar di negara itu. Dengan demikian, neokolonialisme akan menjadi hasil akhir relatif dari ketertarikan kepada bisnis yang jinak memimpin untuk merusak efek kultural
Kata ‘Neokolonialisme’ pertama kali diperkenalkan oleh Kwame Nkrumah, presiden pertama pasca-kemerdekaan Ghana, dan telah didiskusikan oleh banyak sarjana dan filsuf pada abad ke-20, termasuk Jean-Paul Sartre dan Noam Chomsk menjadi salah satu gerakan yang paling berpengaruh dalam dunia politik.
Kapitalisme atau Kapital adalah suatu paham yang meyakini bahwa pemilik modal bisa melakukan usahanya untuk meraih keuntungan sebesar-besarnya. Demi prinsip tersebut, maka pemerintah tidak dapat melakukan intervensi pasar guna keuntungan bersama, tapi intervensi pemerintah dilakukan secara besar-besaran untung kepentingan-kepentingan pribadi. Walaupun demikian, kapitalisme sebenarnya tidak memiliki definisi universal yang bisa diterima secara luas. Beberapa ahli mendefinisikan kapitalisme sebagai sebuah sistem yang mulai berlaku di Eropa pada abad ke-16 hingga abad ke-19, yaitu pada masa perkembangan perbankan
komersial Eropa di mana sekelompok individu maupun kelompok dapat bertindak sebagai suatu badan tertentu yang dapat memiliki maupun melakukan perdagangan benda milik pribadi, terutama barang modal, seperti tanah dan manusia guna proses perubahan dari barang modal ke barang jadi. Untuk mendapatkan modal-modal tersebut, para kapitalis harus mendapatkan bahan baku dan mesin dahulu, baru buruh sebagai operator mesin dan juga untuk mendapatkan nilai lebih dari bahan baku tersebut.
Imperialisme ialah politik untuk menguasai (dengan paksaan) seluruh dunia untuk kepentingan diri sendiri yang dibentuk sebagai imperiumnya. “Menguasai” disini tidak perlu berarti merebut dengan kekuatan senjata, tetapi dapat dijalankan dengan kekuatan ekonomi, kultur, agama dan ideologi, dari negara asal dengan cara paksaan.
Demikian merupakan artikel singkat mengenai pengertian kolonialisme, imperialisme, kapitalisme, dan merkantilisme, semoga bermanfaat. []

Kedatangan bangsa Belanda Ke Indonesia

Sebagaimana diketahui bahwa bangsa Belanda merupakan salah satu bangsa yang berhasil singgah ke Indonesia dalam upayanya mendapatkan rempah-rempah yang tidak dapat dijumpainya di Eropa. Bersama Portugis, Spanyol, dan Inggris, Belanda adalah bangsa yang melakukan pelayaran samudera dengan disponsori oleh kerajaan di negara asal.
Kedatangan Belanda tidak dapat dilepaskan dari nama seseorang yang memimpin pelayaran tersebut. Dialah Cornelis de Houtman, barangkali nama ini adalah nama yang cukup dibenci di Indonesia. Hal ini dikarenakan akibat keberhasilannya mendarat di Banten dan mampu menyempurnakan peta pelayaran ke Indonesia, bangsa Belanda kemudian menguasai dan mengeksplorasi bumi Indonesia. Bahkan mereka melakukan praktik kolonialisasi dan imperialisme dalam bentuk penjajahan yang berkepanjangan. Banyak pihak meyakini, bahwa Belanda menjajah Indonesia selama 350 tahun, sekalipun pada kenyataannya selama kurun waktu tersebut, mereka tidak sepenuhnya menguasai seluruh wilayah nusantara. Adalah Aceh yang terakhir ditaklukkan oleh Belanda, yaitu kurang lebih sekitar abad ke 19 dan permulaan abad ke 20.
Berikut merupakan profil Cornelis de Houtman yang kami cuplik dari situs referensi terpercaya, Wikipedia.
clip_image001Cornelis de Houtman (2 April 1565 – Agustus 1599), saudara dari Frederick de Houtman, adalah seorang penjelajah Belanda yang menemukan jalur pelayaran dari Eropa ke Indonesia dan berhasil memulai perdagangan rempah-rempah bagi Belanda. Saat itu Kerajaan Portugis mempunyai monopoli terhadap perdagangan tersebut, dan perjalanan de Houtman adalah kemenangan simbolis bagi pihak Belanda, meski perjalanan tersebut sebenarnya berlangsung buruk.

Latar belakang dan awal perjalanan

Pada tahun 1592 Cornelis de Houtman dikirim oleh para pedagang Amsterdam ke Lisboa untuk menemukan sebanyak mungkin informasi mengenai Kepulauan Rempah-Rempah. Pada saat de Houtman kembali ke Amsterdan, Jan Huygen van Linschoten juga kembali dari India. Para pedagang tersebut memastikan bahwa Banten merupakan tempat yang paling tepat untuk membeli rempah-rempah. Pada 1594, mereka mendirikan compagnie van Verre (yang berarti “Perusahaan jarak jauh”), dan pada 2 April 1595 empat buah kapal meninggalkan Amsterdam: Amsterdam, Hollandia, Mauritius dan Duyfken.
Perjalanannya dipenuhi masalah sejak awal. Penyakit sariawan merebak hanya beberapa minggu setelah pelayaran dimulai akibat kurangnya makanan. Pertengkaran di antara para kapten kapal dan para pedagang menyebabkan beberapa orang terbunuh atau dipenjara di atas kapal. Di Madagaskar, di mana sebuah perhentian sesaat direncanakan, masalah lebih lanjut menyebabkan kematian lagi, dan kapal-kapalnya bertahan di sana selama enam bulan. (Teluk di Madagaskar tempat mereka berhenti kini dikenal sebagai “Kuburan Belanda”).

Tiba di Jawa

Pada 27 Juni 1596, ekspedisi de Houtman tiba di Banten. Hanya 249 orang yang tersisa dari pelayaran awal. Penerimaan penduduk awalnya bersahabat, tapi setelah beberapa tabiat kasar yang ditunjukkan awak kapal Belanda, Sultan Banten, bersama dengan petugas Portugis di Banten, mengusir kapal Belanda tersebut.
Ekspedisi de Houtman berlanjut ke utara pantai Jawa. Kapalnya takluk ke pembajak. Beberapa tabiat buruk berujung ke salahpengertian dan kekerasan di Madura: seorang pangeran di Madura terbunuh, beberapa awak kapal Belanda ditangkap dan ditahan, De Houtman membayar denda untuk melepaskannya.
Kapal-kapal tersebut lalu berlayar ke Bali, dan bertemu dengan raja Bali. Mereka akhirnya berhasil memperoleh beberapa pot merica pada 26 Februari 1597. Kapal-kapal Portugis melarang mereka mengisi persediaan air dan bahan-bahan di St. Helena. Dari 249 awak, hanya 87 yang berhasil kembali.
Cornelis de Houtman akhirnya tewas dibunuh di Aceh dalam perjalanan keduanya.

Akibat dari perjalanan ini

Meski perjalanan ini bisa dibilang gagal, ini juga dapat dianggap sebagai semacam kemenangan bagi Belanda. Pihak Belanda sejak saat itu mulai berlayar untuk berdagang ke Timur. Dalam lima tahun kemudian, 65 kapal Belanda telah berlayar ke wilayah tersebut dan bisa disebut memulai penjajahan Hindia-Belanda.
Demikianlah artikel singkat tentang kedatangan bangsa Belanda ke Indonesia, kini anda tahu bagaimana mulanya bangsa Belanda datang ke Indonesia. []

Sejarah lahir dan berkembangnya Agama Buddha di India

Sebagaimana dipaparkan pada artikel yang lalu, saya menjanjikan akan membahas tentang sejarah lahir dan berkembangnya agama Buddha di India. Sehingga artikel ini merupakan kelanjutan dari artikel sebelumnya yang berjudul sejarah lahir dan berkembangnya agama Hindu di India.
Membahas mengenai agama buddha tidak dapat dilepaskan dari nama Sidharta Gautama, Siapakah Beliau?
Nama buddha sendiri sebenarnya adalah sebutan bagi seseorang yang telah mencapai bodhi, yaitu mendapatkan pencerahan atau wahyu. namun pada perkembangannya nama buddha lebih dikenal sebagai nama pendiri agama buddha, yaitu Sidharta Gautama. Agama Buddha diajarkan oleh Sidharta Gautama di India pada tahun ± 531 SM. Ayahnya seorang raja bernama Sudhodana dan ibunya Dewi Maya. Buddha artinya orang yang telah sadar dan ingin melepaskan diri dari samsara.
Ketika pertama kali mengajarkan ajaran buddha, ia memeroleh simpati yang luar biasa dari masyarakat. hal ini dikarenakan dalam agama buddha tidak mengenal kasta-kasta. Kasta sendiri adalah sebuah pelapisan sosial masyarakat yang sangat kaku dalam masyarakat India. Sementara itu, pada saat buddha mengajarakan ajaran-ajarannya, dalam agama Hindu justru sedang mengalami kemunduran, yaitu dikarenakan penyelewengan dari para pemuka agama untuk mendapatkan keuntungan duniawi dari masyarakat. Oleh sebab itu banyak yang beralih pada ajaran buddha. Pada puncaknya agama buddha mengalami kemajuan pesat pada masa Raja Ashoka.
Kitab suci agama Buddha yaitu Tripittaka artinya “Tiga Keranjang” yang ditulis dengan bahasa Poli. Adapun yang dimaksud dengan Tiga Keranjang adalah:
  1. Winayapittaka : Berisi peraturan-peraturan dan hukum yang harus dijalankan oleh umat Buddha.
  2. Sutrantapittaka : Berisi wejangan-wejangan atau ajaran dari sang Buddha.
  3. Abhidarmapittaka : Berisi penjelasan tentang soal-soal keagamaan.
Pemeluk Buddha wajib melaksanakan Tri Dharma atau “Tiga Kebaktian” yaitu:
  1. Buddha yaitu berbakti kepada Buddha.
  2. Dharma yaitu berbakti kepada ajaran-ajaran Buddha.
  3. Sangga yaitu berbakti kepada pemeluk-pemeluk Buddha.
Disamping itu agar orang dapat mencapai nirwana harus mengikuti 8 (delapan) jalan kebenaran atau Astavidha yaitu:
  1. Pandangan yang benar.
  2. Niat yang benar.
  3. Perkataan yang benar.
  4. Perbuatan yang benar.
  5. Penghidupan yang benar.
  6. Usaha yang benar.
  7. Perhatian yang benar.
  8. Bersemedi yang benar.
Karena munculnya berbagai penafsiran dari ajaran Buddha, akhirnya menumbuhkan dua aliran dalam agama Buddha yaitu:
  1. Buddha Hinayana, yaitu setiap orang dapat mencapai nirwana atas usahanya sendiri.
  2. Buddha Mahayana, yaitu orang dapat mencapai nirwana dengan usaha bersama dan saling membantu.
Pemeluk Buddha juga memiliki tempat-tempat yang dianggap suci dan keramat yaitu:
  1. Kapilawastu, yaitu tempat lahirnya Sang Buddha.
  2. Bodh Gaya, yaitu tempat Sang Buddha bersemedi dan memperoleh Bodhi.
  3. Sarnath/ Benares, yaitu tempat Sang Buddha mengajarkan ajarannya pertama kali.
  4. Kusinagara, yaitu tempat wafatnya Sang Buddha.
Demikian merupakan artikel yang berkaitan dengan lahir dan berkembangnya agama buddha di India, semoga bermanfaat. []

Beberapa pengaruh Hindu-Buddha di berbagai bidang kehidupan di Indonesia

Indonesia ini kemudian berakulturasi dengan agama Hindu-Buddha. Hal ini terbukti dari beberapa upacara keagamaan Hindu-Buddha yang berkembang di Indonesia walaupun dalam beberapa hal tidak seketat atau mirip dengan tata cara keagamaan yang berkembang di India. Kondisi ini menunjukkan bahwa dalam tatacara pelaksanaan upacara keagamaan mengalami proses sinkretisme antara kebudayaan agama Hindu-Buddha dengan kebudayaan asli bangsa Indonesia.
2. Bidang politik dan pemerintahan, pengaruhnya terlihat jelas dengan lahirnya kerajaan-kerajaan bercorak Hindu-Buddha di Indonesia. Sebelum masuknya pengaruh agama Hindu-Buddha di Indonesia tampaknya belum mengenal corak pemerintahan dengan sistem kerajaan. Sistem pemerintahan yang berlangsung masih berupa pemerintahan kesukuan yang mencakup daerah-daerah yang terbatas. Pimpinan dipegang oleh seorang kepala suku bukanlah seorang raja. Dengan masuknya pengaruh India, membawa pengaruh terhadap terbentuknya kerajaan-kerajaan yang bercorak Hindu-Buddha di Indonesia. Kerajaan bercorak Hindu antara lain Kutai, Tarumanagara, Kediri, Majapahit dan Bali, sedangkan kerajaan yang bercorak Buddha adalah Kerajaan Sriwijaya. Hal yang menarik di Indonesia adalah adanya kerajaan yang bercorak Hindu-Buddha yaitu Kerajaan Mataram lama.

3. Bidang pendidikan membawa pengaruh bagi munculnya lembaga-lembaga pendidikan. Meskipun lembaga pendidikan tersebut masih sangat sederhana dan mempelajari satu bidang saja, yaitu keagamaan. Akan tetapi lembaga pendidikan yang berkembang pada masa Hindu-Buddha ini menjadi cikal bakal bagi lahirnya lembaga-lembaga pendidikan di Indonesia. Bukti bukti yang menunjukkan telah berkembangnya pendidikan pada masa kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia, antara lain adalah:
a. Dalam catatan perjalanan I-Tsing, seorang pendeta yang berasal dari Cina, menyebutkan bahwa sebelum dia sampai ke India, dia terlebih dahulu singgah di Sriwijaya. Di Sriwijaya I-Tsing melihat begitu pesatnya pendidikan agama Buddha, sehingga dia memutuskan untuk menetap selama beberapa bulan di Sriwijaya dan menerjemahkan salah satu kitab agama Buddha bersama pendeta Buddha yang ternama di Sriwijaya, yaitu Satyakirti. Bahkan I-Tsing menganjurkan kepada siapa saja yang akan pergi ke India untuk mempelajari agama Buddha untuk singgah dan mempelajari terlebih dahulu agama Buddha di Sriwijaya. Berita I-Tsing ini menunjukkan bahwa pendidikan agama Buddha di Sriwijaya sudah begitu maju dan tampaknya menjadi yang terbesar di daerah Asia Tenggara pada saat itu.
b. Prasasti Nalanda yang dibuat pada sekitar pertengahan abad ke- 9, dan ditemukan di India. Pada prasasti ini disebutkan bahwa raja Balaputradewa dari Suwarnabhumi (Sriwijaya) meminta pada raja Dewapaladewa agar memberikan sebidang tanah untuk pembangunan asrama yang digunakan sebagai tempat bagi para pelajar agama Buddha yang berasal dari Sriwijaya. Berdasarkan prasasti tersebut, kita bisa melihat begitu besarnya perhatian raja Sriwijaya terhadap pendidikan dan pengajaran agama Buddha di kerajaannya. Hal ini terlihat dengan dikirimkannya beberapa pelajar dari Sriwijaya untuk belajar agama Buddha langsung ke daerah kelahirannya yaitu India.
Tidak mustahil bahwa sekembalinya para pelajar ini ke Sriwijaya maka mereka akan menyebarluaskan hasil pendidikannya tersebut kepada masyarakat Sriwijaya dengan jalan membentuk asrama-asrama sebagai pusat pengajaran dan pendidikan agama Buddha.
c. Catatan perjalanan I-Tsing menyebutkan bahwa pendeta Hui-Ning dari Cina pernah berangkat ke Ho-Ling (salah satu kerajaan Buddha di Jawa). Tujuannya adalah untuk bekerja sama dengan pendeta Ho-Ling yaitu Jnanabhadra untuk menerjemahkan bagian terakhir kitab Nirwanasutra. Dari berita ini menunjukkan bahwa di Jawa pun telah dikenal pendidikan agama Buddha yang kemudian menjadi rujukan bagi pendeta yang berasal dari daerah lain untuk bersamasama mempelajari agama dengan pendeta yang berasal dari Indonesia.
d. Pada prasasti Turun Hyang, yaitu prasasti yang dikeluarkan oleh Raja Airlangga menyebutkan tentang pembuatan Sriwijaya Asrama oleh Raja Airlangga. Sriwijaya Asrama merupakan suatu tempat yang dibangun sebagai pusat pendidikan dan pengajaran keagamaan. Hal ini menunjukkan besarnya perhatian Raja Airlangga terhadap pendidikan keagamaan bagi rakyatnya dengan memberikan fasilitas berupa pembuatan bangunan yang akan digunakan sebagai sarana pendidikan dan pengajaran.
e. Istilah surau yang digunakan oleh orang Islam untuk menunjuk lembaga pendidikan Islam tradisional di Minangkabau sebenarnya berasal dari pengaruh Hindu-Buddha. Surau merupakan tempat yang dibangun sebagai tempat beribadah orang Hindu-Buddha pada masa Raja Adityawarman. Pada masa itu, surau digunakan sebagai tempat berkumpul para pemuda untuk belajar ilmu agama. Pada masa Islam kebiasaan ini terus dilajutkan dengan mengganti fokus kajian dari Hindu-Buddha pada ajaran Islam.

4. Bidang sastra dan bahasa. Dari segi bahasa, orang-orang Indonesia mengenal bahasa Sanskerta dan huruf Pallawa. Pada masa kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia, seni sastra sangat berkembang terutama pada aman kejayaan kerajaan Kediri. Karya sastra itu antara lain,

a. Arjunawiwaha, karya Mpu Kanwa yang disusun pada masa
pemerintahan Airlangga.
b. Bharatayudha, karya Mpu Sedah dan Mpu Panuluh disusun pada aman kerajaan Kediri.
c. Gatotkacasraya, karya Mpu Panuluh disusun pada aman kerajaan Kediri.
d. Arjuna Wijaya dan Sutasoma, karya Mpu Tantular yang disusun
pada aman kerajaan Majapahit.
e. Negarakertagama, karya Mpu Prapanca disusun pada aman kerajaan Majapahit.
f. Wretta Sancaya dan Lubdhaka, karya Mpu Tanakung yang disusun pada aman kerajaan Majapahit.
5. Bidang seni tari. Berdasarkan relief-relief yang terdapat pada candicandi, terutama candi Borobudur dan Prambanan memperlihatkan adanya bentuk tari-tarian yang berkembang sampai sekarang. Bentuk-bentuk tarian yang digambarkan dalam relief memperlihatkan jenis tarian seperti tarian perang, tuwung, bungkuk, ganding, matapukan (tari topeng).
Tari-tarian tersebut tampaknya diiringi dengan gamelan yang terlihat dari relief yang memperlihatkan jenis alat gamelan yang terbatas seperti gendang, kecer, gambang, saron, kenong, beberapa macam bentuk kecapi, seruling dan gong. []

Sebagaimana diketahui bahwa bangsa India merupakan bangsa yang mula-mula memberikan pengaruh bagi bangsa Indonesia. Melalui aktivitas perdagangan yang dilakukan pada permulaan tahun-tahun masehi hingga bangsa Indonesi mengenal tulisan pada tahun 400an M. Indonesia yang mendapatkan pengaruh dari bangsa India banyak mengalami perubahan yang mendasar dalam berbagai bidang kehidupan, diantaranya di bidang agama, pemerintahan, arsitektur, sastra, dan sistem penanggalan/kalender.

  • Agama

Indonesia memiliki sistem kepercayaan asli berupa konsep animisme dan dinamisme serta totemisme. Ketika memasuki zaman sejarah, masyarakat di Indonesia telah menganut kepercayaan animisme dan dinamisme. Masyarakat mulai menerima sistem kepercayaan baru, yaitu agama Hindu-Buddha pada permulaan abad ke 5. Hal ini terjadi sejak masyarakt  berinteraksi dengan orang-orang India. Beberapa teori menyebutkan bahwa pedangan India yang menyebarkan pengaruh kepercayaan ini, namun ada pula teori yang menguatkan bahwa para brahmana mendapatkan undangan dari penguasa pribumi untuk mengajarkan agama dan kebudayaan hindu ke Indonesia. Dengan demikian agama dan budaya baru tersebut membawa perubahan pada kehidupan keagamaan, misalnya dalam hal tata krama, upacara-upacara pemujaan, dan bentuk tempat peribadatan.

  • Pemerintahan

Pada masa pra aksara, Indonesia mengenal sistem pemerintah yang sederhana. Dipimpin oleh seorang pemimpin yang dipilih dengna mengunakan prinsip primus interpares. Yaitu pemilihan pemimpin bersasarkan kecakapan teretentu. Sistem pemerintahan kerajaan dikenalkan oleh orang-orang India. Dalam sistem ini kelompok-kelompok kecil masyarakat bersatu dengan kepemilikan wilayah yang luas. Kepala suku yang terbaik dan terkuat berhak atas tampuk kekuasaan kerajaan. Oleh karena itu, lahir kerajaan-kerajaan, seperti Kutai, Tarumanegara, dan Sriwijaya.

  • Arsitektur

Kebudayaan India juga mempengaruhi segi arsitektur atau bentuk bangunan. Budaya India berakulturasi dengan budaya setempat dan mengahsilkan kebudayaan baru. contohnya, salah satu tradisi megalitikum adalah bangunan punden berundak-undak. Tradisi tersebut berpadu dengan budaya India yang mengilhami pembuatan bangunan candi. Jika kita memperhatikan Candi Borobudur, akan terlihat bahwa bangunannya berbentuk limas yang berundak-undak. Hal ini menjadi bukti adanya paduan budaya India-Indonesia.

  • Bahasa

Kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia meninggalkan beberapa prasasti yang sebagian besar berhuruf Pallawa dan berbahasa Sanskerta. Dalam perkembangan selanjutnya bahkan hingga saat ini, bahasa Indonesia memperkaya diri dengan bahasa Sanskerta itu. Kalimat atau kata-kata bahasa Indonesia yang merupakan hasil serapan dari bahasa Sanskerta, yaitu Pancasila, Dasa Dharma, Kartika Eka Paksi, Parasamya Purnakarya Nugraha, dan sebagainya.

  • Sastra

Berkembangnya pengaruh India di Indonesia membawa kemajuan besar dalam bidang sastra. Karya sastra terkenal yang mereka bawa adalah kitab Ramayana dan Mahabharata. Adanya kitab-kitab itu memacu para pujangga Indonesia untuk menghasilkan karya sendiri. Karya-karya sastra yang muncul di Indonesia adalah:

  1. Arjunawiwaha, karya Mpu Kanwa,
  2. Sutasoma, karya Mpu Tantular, dan
  3. Negarakertagama, karya Mpu Prapanca. []

Berapa harga rempah-rempah pada masa lampau?

Pada artikel sebelumnya anda telah mengetahui bahwa bangsa barat begitu ingin menguasai rempah-rempah di Indonesia. Tujuan mereka yang semula mencari daerah asli penghasil rempah-rempah untuk dijual kembali ke Eropa berubah menjadi berusaha menguasai rempah-rempah tersebut dan melakukan monopoli perdagangan rempah-rempah. baca motif portugis menguasai maluku

Mengapa rempah-rempah sangat dibutuhkan di Eropa? rempah rempah adalah komoditas paling dicari di eropa, oleh sebab itu harganya sangat mahal di pasar Eropa. Mahalnya harga rempah rempah disebabkan lamanya pembudidayaan tanaman tersebut, misalnya cengkeh, pala, dan lada. Misalnya cengkeh. Cengkeh yang digunakan oleh orang Eropa berupa kuncup bunga yang dikeringkan, laporan tersebut di dapatkan dari sebuah laporan Yunani pada abad ke 7. Pembudidayaan cengkeh dilakukan selama dua belas tahun, dihitung dari lamanya pertumbuhan sebelum mulai berbunga sampai dengan masa panen. lamanya waktu budidaya inilah yang menyebabkan harga cengkeh sangat mahal. Meskipun demikian, tanaman tersebut masih dapat dipanen selama kurang lebih tiga perempat abad karena tanaman tersebut masih akan terus berbunga. maka dengan upaya yang relatif ringan namun membutuhkan waktu lama, kiranya sebanding dengan keuntungan yang didapatkan apabila cengkeh menjadi komoditas ekspor. Oleh sebab itulah bangsa barat ingin menguasai monopoli rempah rempah di nusantara.
Pada artikel sebelumnya anda juga telah mengetahui bahwa harga yang telah mahal itu masih akan naik 2500% dari harga asli di Maluku sebagai penghasil rempah-rempah. lantas berapa harga rempah rempahnya?
Harga rempah rempah di Maluku hanya dijual satu atau dua dukat per lima puluh kilogram, sementara di Malaka mencapai sepuluh dukat. Apabila dijual di pasar Eropa akan semakin meningkat. sebab ongkos distrbusi yang mahal serta tingginya resiko di perjalanan menyebabkan harga rempah-rempah semakin melambung tinggi. []

Alasan Portugis melakukan monopoli rempah-rempah di Maluku

Pada pembahasan kali ini berkaitan dengan Indonesia pada masa penjajahan bangsa Barat. Sebagaimana diketahui, bahwa pada mulanya kedatangan bangsa barat ke Indonesia adalah mencari rempah-rempah di daerah asal, yaitu di daerah hindia. Ketika Portugis sampai di Maluku, maka mereka telah menemukan suatu daerah yang mereka cari sebagai penghasil utama rempah-rempah. List Of Island Of Indonesia

Perlu diketahui bahwa pada masa pertengahan, rempah-rempah adalah komoditas paling dicari di Eropa. terlebih dengan dikuasainya Konstantinopel oleh Kesultanan Turki, menyebabkan pedagang Nasrani tidak dapat melakukan aktivitas dagang. Oleh sebab itu, muncul suatu gagasan penjelajahan samudera untuk mendapatkan rempah-rempah di daerah aslinya.

untuk mengetahui motif penjelajahan samudera, ada baiknya membaca artikel berikut The arrival of European people to Indonesia.

Kembali ke permasalahan Portugis di Maluku, kedatangan Portugis untuk berdagang rempah-rempah di Maluku berubah tujuan, yaitu berupaya untuk melakukan monopoli rempah-rempah. Menarik untuk dibahas, apa motif Portugis untuk melakukan monopoli di Maluku?

Motif Melakukan Monopoli rempah-rempah

Motif utama monopoli adalah mendapatkan keuntungan yang sebanyak-banyaknya. Harga rempah rempah yang cukup murah di Maluku adalah alasan munculnya ide monopoli tersebut. harga yang didapatkan secara murah, harganya bisa melambung beberapa kali lipat apabila dijual di pasar Eropa. Bahkan mencapai 2500% dari harga awal.

Sudah menjadi tabiat bangsa barat bahwa mereka melakukan penjelajahan samudera salah satunya didorong untuk mendapatkan kekayaan yang sebanyak-banyaknya ditandai dengan kepemilikan tanah jajahan yang seluas-luasnya menyebabkan bangsa tersebut berupaya untuk menguasai Maluku.
Dengan melakukan monopoli, maka mereka akan dapat mengeruk keuntungan dari kekayaan alam Maluku. Sebagai sebuah ilustrasi, di Maluku kala itu, lima puluh kilogram cengkeh hanya berharga satu atau dua dukat, sedangkan di Malaka harganya mencapai 10 dukat. Semakin ke barat terutama di Eropa maka harganya akan semakin naik, dikarenakan faktor distribusi barang tersebut. Sementara itu resiko perjalanan laut yang kerap dihadang bajak laut juga merupakan salah satu faktor penyebab melambungnya harga rempah-rempah. Dengan demikian, Portugis mengetahui celah tersebut, dengan melakukan monopolim artinya mereka berpotensi untuk menjadi penguasa perdagangan rempah rempah di Eropa. Kini, Anda tahu kan mengapa bangsa barat begitu ingin menguasai bangsa kita pada masa lampau? []

Kisah Walisongo #1: Sunan Maulana Malik Ibrahim

Pada artikel yang telah lalu telah disinggung tentang sejarah dan nama-nama walisongo yang memegang peran penting dalam proses islamisasi di Indonesia, khususnya pulau Jawa. Pada pembahasan kali ini akan dipaparkan secara berseri tentang hikayat masing-masing wali. Namun sebelumnya, perlu saya paparkan kembali tentang nama-nama walisongo, yaitu

sunan maulana malik ibrahim sunan maulana malik ibrahim biografi sunan maulana malik ibrahim wiki karomah sunan maulana malik ibrahim gambar sunan maulana malik ibrahim ajaran sunan maulana malik ibrahim artikel sunan maulana malik ibrahim amalan sunan maulana malik ibrahim tentang sunan maulana malik ibrahim asal sunan maulana malik ibrahim nasab sunan maulana malik ibrahim keistimewaan sunan maulana malik ibrahim kanjeng sunan maulana malik ibrahim kelahiran sunan maulana malik ibrahim wejangan sunan maulana malik ibrahim identitas sunan maulana malik ibrahim ilmu sunan maulana malik ibrahim iain sunan maulana malik ibrahim karya sunan maulana malik ibrahim perjuangan sunan maulana malik ibrahim sunan maulana malik ibrahim adalah nama asli sunan maulana malik ibrahim nama ayah sunan maulana malik ibrahim cara sunan maulana malik ibrahim menyebarkan agama islam alamat sunan maulana malik ibrahim ayah sunan maulana malik ibrahim asal usul sunan maulana malik ibrahim alamat makam sunan maulana malik ibrahim biografi sunan gresik atau maulana malik ibrahim sejarah sunan gresik atau maulana malik ibrahim syekh maulana malik ibrahim adalah nama lain dari sunan cara berdakwah sunan maulana malik ibrahim biografi lengkap sunan maulana malik ibrahim biodata sunan maulana malik ibrahim latar belakang sunan maulana malik ibrahim biografi sunan gresik biodata maulana malik ibrahim cara penyebaran sunan maulana malik ibrahim ciri khas sunan maulana malik ibrahim cerita tentang sunan maulana malik ibrahim kisah cerita sunan maulana malik ibrahim cerita sunan maulana malik ibrahim cerita sunan gresik maulana malik ibrahim

Syekh Maulana Malik Ibrahim, Sunan Ampel, Sunan Bonang, Sunan Giri,  Sunan Drajad,  Sunan Muria, Sunan Kudus, Sunan Kalijaga, dan Sunan Gunungjati.
Berikut merupakan kisah yang pertama, yaitu kisah tentang Maulana malik Ibrahim.
Sunan Maulana Malik Ibrahim
Sunan Maulana Malik Ibrahim atau lebih dikenal dengan Sunan Gresik (w. 1419 M/882 H) adalah nama salah seorang Walisongo, yang dianggap yang pertama kali menyebarkan agama Islam di tanah Jawa. Ia dimakamkan di desa Gapurosukolilo, kota Gresik, Jawa Timur. Maulana Malik Ibrahim dianggap termasuk salah seorang yang pertama-tama menyebarkan agama Islam di tanah Jawa, dan merupakan wali senior di antara para Walisongo lainnya.
Menurut legenda rakyat, Sunan Gresik berasal dari Persia. Syeh Maulana Malik Ibrahim dan Syeh Maulana Ishaq disebutkan sebagai anak dari Syeh Maulana Ahmad Jumadil Kubro, atau Syekh Jumadil Qubro. Syeh Maulana Malik Ibrahim disebutkan bermukim di Champa (dalam legenda disebut sebagai negeri Chermain atau Cermin) selama tiga belas tahun. Ia menikahi putri raja yang memberinya dua putra; yaitu Raden Rahmat atau Sunan Ampel dan Sayid Ali Murtadha atau Raden Santri. Setelah cukup menjalankan misi dakwah di negeri itu, ia hijrah ke pulau Jawa dan meninggalkan keluarganya. Setelah dewasa, kedua anaknya mengikuti jejaknya menyebarkan agama Islam di pulau Jawa.
Ada yang menyebutkan bahwa beliau pernah mengembara di Gujarat. Hal ini memungkinkan beliau memiliki berpengalaman dalam berinteraksi dengan masyarakat Hindu di jawa Timur sebagaimana seperti yang beliau jumpai di India. Beliau dikenal piawai dan ahli dalam ketatanegaraan. Beliau merupakan wali yang paling mula datangnya ke Indonesia. Beliau melakukan tugasnya untuk berdakwah di Jawa bagian timur.
Ketika beliau datang ke pulau Jawa, Islam sebenarnya telah dikenal oleh masyarakat, khususnya di daerah pesisir di mana masyarakat mengenal agama Islam dari para pedagang asing yang datang ke wilayah mereka. Salah satunya adalah di daerah pantai utara. Leran termasuk daerah yang mendapatkan pengaruh islam dari para pedagang yang singgah ke nusantara. Bukti bahwa Leran telah ada masyarakat yang mengenal Islam adalah denga ditemukannya makam seorang saudagar wanita bernama Fatimah Binti Maimun. Batu nisan wanita itu berangka tahun 475 Hijriyah atau tahun 1082 M yang menjadi bukti bahwa agama Islam telah tersebar ke nusantara meskipun belum secara masif. Sebab saat itu pengaruh agama dan kebudayaan Hindu Buddha masih sangat kuat.
Maulana Malik Ibrahim diperkirakan datang untuk berdakwah ke Gresik pada tahun 1404 M. Selama di Gresik beliau menyebarkan agama Islam hingga akhir hayatnya pada tahun 1419. Pada masa itu kerajaan Mapahit masih mendominasi kekuatan nusantara. Oleh sebab itu pengaruh agama Hindu masih sangat kuat. Hal ini dibuktikan dengan fakta bahwa raja dan rakyat Jawa Timur mayoritas masih beragama Hindu atau Budha. Dengan kondisi masyarakat yang seperti itu, Syekh Maulana Malik Ibrahim berdakwah dengan penuh kebijaksanaan, yaitu dengan cara berdialog dan membuka pikiran masyarakat tentang kebenaran agama Islam. Beliau menggunakan petunjuk-petunjuk yang tertulis dalam alquran untuk membimbing masyarakat mengenal agama Islam.
Beliau memprioritaskan dakwahnya pada masyarakat kelas menengah ke bawah, yaitu masyarakat fakir dan miskin. Hal ini dikarenakan masyarakat miskin lebih mudah tersentuh hatinya untuk menerima kebenaran. Selain menggunakan dialog, Maulana juga mampu menarik perhatian masyarakat dengan keahlian beliau sebagai seorang ulama yang sekaligus ahli pertanian dan ahli pengobatan. Beliau menggunakan keahliannya tersebut untuk membantu masyarakat miskin. Oleh sebab itu, pada masanya Gresik mengalami peningkatan hasil pertanian rakyat. Adapun orang-orang yang sakit atas ijin Allah SWT mampu beliau sembuhkan dengan ramuan daun-daunan. beliau memiliki sifatnya lemah lembut kepada semua orang, oleh sebab itu beliau sangat disegani baik sesama muslim atau dengan non muslim. Kepribadiannya yang baik itulah yang menarik hati penduduk setempat sehingga mereka berbondong-bondong masuk agama Islam secara suka rela. Semakin lama semakin meningkat para pengikut agama Islam sehingga beliau kemudian merintis pendidikan pesantren di Gresik. Setelah selesai membangun dan menata pondokan tempat belajar agama di Leran, Syeh Maulana Malik Ibrahim wafat tahun 1419. Makamnya kini terdapat di desa Gapura, Gresik, Jawa Timur. []

Apa itu Jalur Sutra (The Silk Road)?

jalur sutra
Jalur Sutra, sumber gbr: wikipedia
jalur sutra
Jalur Sutra, sumber gambar: wikipediaJalur Sutra (the silk road) adalah istilah untuk menyebut tentang rute perjalanan yang digunakan oleh para pedagang pada masa lampau, sekitar abad ke-2 Masehi sampai dengan abad ke-16 Masehi. Jalur tersebut membentang sepanjang tujuh puluh ribu kilometer, yang menghubungkan antara Cina pada masa Dinasti Han dengan daerah lain, seperti Eropa dan Asia Barat. Adapun nama “Jalur Sutra” diilhami dari komoditas dagang yang populer pada saat itu, yaitu Sutra yang berasal dari Cina/Tiongkok. Sutra adalah benang halus dan lembut yg berasal dr kepompong ulat sutra. Tiongkok sangat terkenal dengan kehalusan kain sutranya. Oleh sebab itu, sutra adalah komoditas yang mahal saat itu. Sutra adalah simbol kebangsawanan, kekayaan, dan eksklusivitas. Tidak heran, permintaan terhadap kain sutra datang dari berbagai daerah, termasuk kawasan Asia, Afrika dan Eropa. Nama jalur sutra sendiri diberikan seorang Jerman bernama von Richthofen pada Abad-18M, untuk jalur darat yang menghubungkan Cina dengan Eropa. Sekalipun baru dibuka resmi pada Abad-3SM, di masa Dinasti Han yang mulai mengirim utusan ke berbagai negara Asia Selatan dan Timur Tengah.

Jalur sutra adalah jalur yang  sangat penting. Sebab, pada saat itu belum begitu populer melakukan suatu perjalanan dengan menggunakan jalur selain jalur darat. Silahkan anda simak tentang beberapa malapetaka yang dialami oleh para pelaut jaman dahulu yang harus menghadapi ganasnya ombak dan angin ribut di lautan. Misalnya di Tanjung Ribut – penamaan ini dikarenakan wilayah tersebut sangat susah untuk ditaklukkan oleh para pelayar, tidak jarang yang meninggal – yang sekarang dikenal sebagai Tanjung Harapan. Oleh sebab itu, jalur darat adalah satus-satunya alternatif yang pas untuk digunakan dalam rangka menghubungkan jalur perdagangan antar negara. Namun, meskipun menawarkan banyak kemudahan dan menjanjikan harta melimpah dari perdagangan, Jalur Sutra dikenal merupakan jalur yang tidak aman dikarenakan ancaman dari para perampok di jalur tersebut.

Adapun rute utama jalur sutra adalah melalui bagian tengah Cina melalui pegunungan Thien San, Asia Tengah, Afghanistan, Iran, Afrika Utara, dan Eropa. Umumnya, perjalanan yang panjang tersebut dilalui oleh para pedagang dengan memanfaatkan kereta kuda atau unta yang diberi barang di atasnya. Kadang pula membawa karavan, yaitu kereta yang bertutup. Hal ini berfungsi untuk menjamin keamanan serta dapat digunakan untuk beristirahat selama perjalanan. Karavan ini oleh sebagian besar pedagang/pengembara adalah rumah kedua mereka, sebab hampir sebagian besar waktu mereka dihabiskan di dalam kereta tersebut. Untuk alasan keamanan, karavan biasanya berupa rombongan besar yang terdiri dari berbagai pedagang dengan komoditi yang berbeda pula.

Para pedagang ini memberikan sumbangsih besar bagi peradaban tempat-tempat yang mereka singgahi. Sebab mereka mampu memberikan pengaruh melalui komoditas dagang mereka yang nyata-nyata telah mampu mengubah tata cara kehidupan masyarakat.

Rute Jalur Sutera

Berikut merupakan rute jalur sutera yang saya kutip dari situs referensi terpercaya, wikipedia. Jalur Sutra terdiri dari banyak jalur yang bercabang-cabang, dan digunakan untuk perdagangan berbagai komoditi selain sutra seperti gading, tanaman, emas. Secara garis besar terdapat tiga jalur, di utara, tengah dan selatan.
Jalur Utara menghubungkan Cina dengan Eropa hingga Laut Mati, melalui Urumqi dan Lembah Fergana. Jalur Tengah menghubungkan Cina dengan Eropa hingga tepian Laut Meditrrannia, melalui Dun-huang, Kocha, Kashgar, menuju Persia. Jalur Selatan menghubungkan Cina dengan Afghanistan, Iran dan India, melalui Dun-huang dan Khotan menuju Bachtra dan Kashmir. Di Cina, Jalur Sutra berujung di Changan atau Xian, ibukota kerajaan, ke arah barat melewati koridor Gansu, menuju Dun-huang di sisi Gurun Taklimakan. Jalur utara mulai dari Dun-huang dan Yu-men Guan, menyeberangi Gurun Gobi menuju Hami (Kumul), lalu menyisir kaki Tian-shan di bagian utara Taklimakan. Setelah oasis Turfan, menuju Urumqi dan Lembah Fergana untuk masuk Eropa hingga Laut Mati. Jalur ini bercabang di Turfan, ke oasis Kucha, menuju Kashgar di kaki Pamirs.

Jalur selatan mulai Dun-huang, melewati Yang Guan, menyusuri sisi selatan Taklimakan, melalui Miran, Hetian (Khotan) dan Shache (Yarkand), menuju utara lalu menuju Kashgar. Masih ada beberapa cabang jalur, salah satunya bercabang dari jalur selatan menuju sisi timur Gurun Taklimakan ke kota Loulan, lalu bergabung dengan jalur utara di Korla. Dari Kashgar yang simpang lalulintas Asia, ada jalur menyeberangi Pamirs menuju Samarkand dan menuju selatan ke Laut Kaspia; atau jalur ke selatan melewati Karakorum menuju India; dan sebuah jalur lain menuju Kuqa, menyeberangi Tian-shan, menuju Laut Kaspia melalui Tashkent.
Demikian merupakan sekelumit artikel tentang Jalur sutra yang menghubungkan perdagangan dari Tiongkok dengan kawasan asia tenggara, asia selatan, asia barat, serta afrika dan eropa. semoga Bermanfaat []

SEJARAH KERAJAAN SRIWIJAYA

Kerajaan Sriwijaya adalah salah satu kerajaan terbesar yang pernah ada di Indonesia. Kerajaan Sriwijaya terletak di Selat Malaka, sehingga dengan letaknya yang strategis tersebut, Sriwijaya mampu menjadi sebuah kerajaan maritim yang kuat. Mereka memiliki armada laut yang hebat, sehingga mampu menaklukkan daerah-daerah lain. Tidak heran, wilayah kekuasaan Sriwijaya meliputi pulau-pulau lainnya. Sriwijaya mencapai puncak kejayaan pada masa Raja Balaputradewa. Ia adalah seorang pelarian dari Mataram, sebuah kerajaan hindu di Jawa. Ia terpaksa menyingkir karena kalah dalam perebutan kekuasaan. Namun demikian, di bawah kepemimpinannya, Sriwijaya menjadi sebuah negara tradisional yang kuat dan besar. Di samping itu, Sriwijaya dikenal sebagai pusat pendidikan dan pengajaran Agama Buddha se Asia Tenggara pada masa itu. Mereka memiliki dua orang pendeta, yaitu Satyakriti, dan Dharmakriti. Banyak orang berziarah untuk menimba ilmu agama Buddha di Sriwijaya.
Mengenai keadaan alam Pulau Sumatera dan sekitarnya pada abad ke-7 berbeda dengan keadaan sekarang. Sebagian besar pantai timur baru terbentuk kemudian. Oleh karena itu Pulau Sumatera lebih sempit bila dibandingkan dengan sekarang, sebaliknya Selat Malaka lebih lebar dan panjang. Beberapa faktor yang mendorong perkembangan kerajaan Sriwijaya menjadi kerajaan besar antara lain sebagai berikut :
1. Letaknya yang strategis di Selat Malaka yang merupakan jalur pelayaran dan perdagangan internasional.
2. Kemajuan kegiatan perdagangan antara India dan Cina melintasi selat Malaka, sehingga membawa keuntungan yang besar bagi Sriwijaya.
3. Keruntuhan Kerajaan Funan di Vietnam Selatan akibat serangan kerajaan Kamboja memberikan kesempatan bagi perkembangan Sriwijaya sebagai negara maritim (sarwajala) yang selama abad ke-6 dipegang oleh kerajaan Funan.
Berdasarkan berita dari I Tsing ini dapat kita ketahui bahwa selama tahun 690 sampai 692, Kerajaan Melayu sudah dikuasai oleh Sriwijaya. Sekitar tahun 690 Sriwijaya telah meluaskan wilayahnya dengan menaklukkan kerajaan-kerajaan di sekitarnya. Hal ini juga diperkuat oleh 5 buah prasasti dari Kerajaan Sriwijaya yang kesemuanya ditulis dalam huruf Pallawa dan bahasa Melayu Kuno. Prasasti-prasasti tersebut adalah sebagai beikut :
1. Prasasti Kedukan Bukit
2. Prasasti Talang Tuwo
3. Prasasti Kota Kapur
4. Prasasti Telaga Batu
5. Prasasti Karang Birahi
6. Prasasti Ligor
Letak Sriwijaya strategis membawa keberuntungan dan kemakmuran. Walaupun demikian, letaknya yang strategis juga dapat mengundang bangsa lain menyerang Sriwijaya. Beberapa faktor penyebab kemunduran dan keruntuhan :
1. Adanya serangan dari Raja Dharmawangsa 990 M.
2. Adanya serangan dari kerajaan Cola Mandala yang diperintah oleh Raja Rajendracoladewa.
3. Pengiriman ekspedisi Pamalayu atas perintah Raja Kertanegara, 1275 – 1292.
4. Muncul dan berkembangnya kerajaan Islam Samudra Pasai.
Adanya serangan kerajaan Majapahit dipimpin Adityawarman atas perintah Mahapatih Gajah Mada, 1477. Sehingga Sriwijaya menjadi taklukkan Majapahit. []

SEJARAH KERAJAAN MATARAM KUNO

Kerajaan Mataram diketahui dari Prasasti Canggal yang berangka tahun 732 Masehi yang ditulis dalam huruf Pallawa dan bahasa Sansekerta. Dalam prasasti itu disebutkan bahwa pada mulanya Jawa (Yawadwipa) diperintah oleh Raja Sanna. Setelah ia wafat Sanjaya naik tahta sebagai penggantinya. Sanjaya adalah putra Sannaha (saudara perempuan Sanna).
Terdapat tiga wangsa (dinasti/keluarga) yang dikenal luas yang berasal dari Kerajaan Mataram, yaitu Dinasti Syailendra, Dinasti Sanjaya, dan Dinasti Isyana. Dinasti Syailendra bercorak Buddha, sedangkan dinasti Sanjaya bercorak Hindu. Dinasti Syailendra menguasai wilayah Jawa Tengah bagian selatan, sehingga peninggalan hasil-hasil kebudayaannya terletak di selatan pulau tersebut. Salah satu yang paling terkenal adalah Candi Borobudur, yang merupakan salah satu dari tujuh keajaiban dunia versi Unesco. Sedangkan dinasti Sanjaya merupakan dinasti yang bercorak hindu, menguasai daerah Jawa Tengah bagian utara. Beberapa peninggalan dinasti tersebut diantaranya Candi Gedong Songo di Kabupaten Semarang, dan Candi Dieng di Wonosobo.
Berdasarkan peninggalan sejarah, yaitu Prasasti Mantyasih (Prasasti Kedu) yang di dikeluarkan oleh Raja Balitung pada tahun 907 memuat daftar raja-raja keturunan Sanjaya, sebagai berikut :
1. Rakai Mataram Sang Ratu Sanjaya
2. Sri Maharaja Rakai Panangkaran
3. Sri Maharaja Rakai Panunggalan
4. Sri Maharaja Rakai Warak
5. Sri Maharaja Rakai Garung
6. Sri Maharaja Rakai Pikatan
7. Sri Maharaja Rakai Kayuwangi
8. Sri Maharaja Rakai Watuhumalang
9. Sri Maharaja Watukura Dyah Balitung
Prasasti Kelurak, 782 M di desa Kelurak disebutkan bahwa Raja Dharanindra membangun arca Majusri (= candi sewu). Pengganti raja Dharanindra, adalah Samaratungga. Samaratungga digantikan oleh putrinya bernama Pramodawardhani. Dalam Prasasti Sri Kahulunan (= gelar Pramodawardhani) berangka tahun 842 M di daerah Kedu, dinyatakan bahwa Sri Kahulunan meresmikan pemberian tanah untuk pemeliharaan candi Borobudur yang sudah dibangun sejak masa pemerintahan Samaratungga.
Pramodhawardhani menikah dengan Rakai Pikatan yang beragama Hindu. Adik Pramodhawardhani, Balaputradewa menentang pernikahan itu. Pada tahun 856 Balaputradewa berusaha merebut kekuasaan dari Rakai Pikatan, namun usahanya itu gagal.
Pernikahan Pramodhawardhani dengan Rakai Pikatan merupakan tonggak sejarah baru bagi kerajaan Mataram kuno, hal ini dikarenakan dengan pernikahan keduanya, mereka mampu menyatukan kedua dinasti tersebut. Meskipun demikian, pada masa pemerintahan Rakai Pikatan, Mataram menunjukkan kemunduran. Sejak pemerintahan Raja Balitung banyak mengalihkan perhatian ke wilayah Jawa Timur. Raja-raja setelah Balitung adalah :
1. Daksa (910 – 919). Ia telah menjadi rakryan mahamantri I hino (jabatan terttinggi sesudah raja) pada masa pemerintahan Balitung.
2. Rakai Layang Dyah Tulodong (919 – 924)
3. Wawa yang bergelar Sri Wijayalokanamottungga (924 – 929)
Wawa merupakan raja terakhir kerajaan Mataram. Pusat kerajaan kemudian dipindahkan oleh seorang mahapatihnya (Mahamantri I hino) bernama Pu Sindok ke Jawa Timur. []

Sejarah Kerajaan Singhasari

Berdirinya kerajaan Singhasari erat kaitannya dengan kerajaan Kediri. berikut merupakan latar belakang berdirinya kerajaan Singhasari:
Pada akhir pemerintahannya Airlangga kesulitan dalam menunjuk penggantinya, sebab Putri Mahkotanya bernama Sanggramawijaya menolak menggantikan menjadi raja. la memilih menjadi seorang pertapa. Maka tahta diserahkan kepada kedua orang anak laki-lakinya, yaitu : Jayengrana dan Jayawarsa. Untuk menghindari perselisihan di antara keduanya maka kerajaan di bagi dua atas bantuan Pu Barada yaitu:
1. Jenggala dengan ibukotanya Kahuripan
2. Panjalu dengan ibukotanya Daha (Kadiri)
Sampai setengah abad lebih sejak Airlangga mengundurkan diri tidak ada yang dapat diketahui dari kedua kerajaan itu. Kemudian hanya Kadiri yang menunjukkan aktifitas politiknya. Raja pertama yang muncul dalam pentas sejarah adalah Sri Jayawarsa dengan prasastinya yang berangka tahun 1104 M. Selanjutnya berturut-turut raja-raja yang berkuasa di Kadiri adalah sebagai berikut : Kameswara (±1115 – 1130), Jayabaya (±1130 – 1160), 1135), Sarweswara (±1160 – 1170), Aryyeswara (±1170 – 1180), Gandra (1181), Srengga (1190-1200) dan Kertajaya (1200 – 1222).
Pada tahun 1222 terjadilah Perang Ganter antara Ken arok dengan Kertajaya. Ken Arok dengan bantuan para Brahmana (pendeta) berhasil mengalahkan Kertajaya di Ganter (Pujon, Malang).
Pasca Peristiwa Ganter
Kerajaan Singasari didirikan oleh Ken Arok. Dalam kitab Pararaton Ken Arok digambarkan sebagai seorang pencuri dan perampok yang sakti, sehingga menjadi buronan tentara Tumapel. Setelah mendapatkan bantuan dari seorang Brahmana, Ken Arok dapat mengabdi kepada Akuwu (bupati) di Tumapel bernama Tunggul Ametung. Setelah berhasil membunuh Tunggul Ametung, Ken Arok menggantikannya sebagai penguasa Tumapel. Ia juga menjadikan Ken Dedes, istri Tunggul Ametung, sebagai permaisurinya. Pada waktu itu Tumapel masih berada di bawah kekuasaan Kerajaan Kadiri.
Setelah merasa memiliki kekuatan yang cukup, Ken Arok berusaha untuk melepaskan diri dari Kadiri. Pada tahun 1222 Ken Arok berhasil membunuh Kertajaya, raja Kadiri terakhir. Ia kemudian naik tahta sebagai raja Singasari dan mendirikan dinasti baru yaitu Dinasti Girinda.
Tidak lama kemudian, Ken Dedes melahirkan seorang putra bernama Anusapati hasil pernikahannya dengan Tunggul Ametung. Sedangkan dari istri yang lain, yaitu Ken Umang, Ken Arok mempunyai seorang putra bernama Tohjaya. Pada tahun 1227, Ken Arok dibunuh oleh Anusapati. Hal ini dilakukan sebagai balas dendam atas kematian ayahnya, Tunggul Ametung. Anusapati mengantikan berkuasa di Singasari. Ia memerintah selama 21 tahun. Sampai akhirnya ia dibunuh oleh Tohjaya, juga sebagai balas dendam atas kematian ayahnya.
Tohjaya naik tahta. Ia memerintah dalam waktu sangat singkat. Ia kemudian terbunuh oleh Ranggawuni (putra Anusapati). Pada tahun 1248 Ranggawuni naik tahta dengan gelar Srijaya Wisnuwardhana. Pada tahun 1254 Wisnuwardhana mengangkat putranya Kertanegara sebagai Yuwaraja atau Raja Muda. Wisnuwardana wafat pada tahun 1268 di Mandragiri.
Pada tahun 1268 Kertanegara naik tahta. la merupakan raja terbesar kerajaan Singasari. Kertanegara merupakan raja pertama yang bercita-cita menyatukan Nusantara. Pada tahun 1275, Kertanegara mengirimkan Ekspedisi Pamalayu ke Sumatera (Jambi) dipimpin oleh Kebo Anabrang. Ekspedisi ini bertujuan menuntut pengakuan Sriwijaya dan Malayu atas kekuasaan Singasari. Ekspedisi ini juga untuk mengurangi pengaruh Kubilai Khan dari Cina di Nusantara.
Ekspedisi ini menimbulkan rasa khawatir raja Mongol tersebut. Oleh karena itu pada tahun 1289 Kubilai Khan mengirimkan utusan bernama Meng-chi menuntut Singasari mengakui kekuasaan Kekaisaran Mongol atas Singasari. Kertanegara menolak tegas, bahkan utusan Cina itu dilukai mukanya. Perlakukan tersebut dianggap sebagai penghinaan dan tantangan perang.
Untuk menghadapi kemungkinan serangan dari tentara Mongol pasukan Singasari disiagakan dan dikirim ke berbagai daerah di Laut Jawa dan di Laut Cina Selatan. Sehingga pertahanan di ibukota lemah. Hal ini dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak senang terhadap Kertanegara, diantaranya Jayakatwang penguasa Kadiri dan Arya Wiraraja (bupati Madura). Pasukan Kadiri berhasil menduduki istana dan membunuh Kertanegara. []

PERPINDAHAN KERAJAAN MATARAM KE JAWA TIMUR

Sebagaimana diketahui, bahwa kerajaan Mataram Kuno merupakan kerajaan yang memiliki dua dinasti yang berbeda, yaitu dinasti Syailendra dan Sanjaya. Keduanya berbeda corak pemerintahan, kebudayaan, serta berbeda kepercayaan. Kedua Dinasti baru dapat disatukan dengan pernikahan Pramodhawardhani dengan Rakai Pikatan. namun demikian, tidak serta merta mampu menyelamatkan kerajaan Mataram dari kemunduran. oleh sebab itu, pemimpin Mataram berikutnya yaitu Mpu Sindok berinisiatif untuk memindahkan pusat kerajaan Mataram yang semula di Jawa Tengah ke Jawa Timur.
Perpindahan kekuasaan ini dikarenakan beberapa sebab, diantaranya adalah untuk menyelamatkan diri dari bencana alam. Terdapat beberapa sumber yang menyatakan bahwa pada saat itu Jawa Tengah akan terjadi bencana gunung meletus, yaitu gunung Merapi yang terletak di antara tiga kabupaten, yaitu kabupaten Boyolali, Kabupaten Sleman, dan Yogyakarta sekarang. Oleh sebab itu, untuk mengantisipasi jatuhnya korban, Mpu Sindok memindahkan pusat kekuasaan di Jawa Timur.
Faktor yang lain, adalah untuk mencari tempat atau daerah yang lebih strategis. Jawa Timur merupakan daerah yang dianggap strategis. Hal ini dikarenakan Jawa Timur memiliki sungai yang cukup banyak dan luas, salah satunya adalah sungai Brantas. Sebagaiamana diketahui bahwa air merupakan sumber kehidupan, sehingga terpenuhinya kebutuhan air kiranya mampu menjamin kebutuhan hidup sehari-hari sekaligus sebagai perlambang bahwa suatu negara yang memiliki cukup air melimpah, merupakan negara yang makmur. Disamping itu air juga merupakan sumber peradaban, sebagaimana pola-pola terdahulu, suatu negara yang berdekatan dengan sumber air cenderung memiliki peradaban yang tinggi, misalnya peradaban sungai Nil, Sungai Eufrat dan Tigris, Sungai Gangga, Sungai Kuning dan lain sebagainya.
Proses Perpindahan
Pu Sindok yang menjabat sebagai mahamantri i hino pada masa pemerintahan Raja Wawa memindahkan pusat pemerintahan ke Jawa Timur tersebut. Pada tahun 929 M, Pu Sindok naik tahta dengan gelar Sri Maharaja Rakai Hino Sri Isana Wikramadharmattunggadewa. la mendirikan dinasti baru, yaitu Dinasti Isana. Pu Sindok memerintah sampai dengan tahun 947. Pengganti-penggantinya dapat diketahui dari prasasti yang dikeluarkan oleh Airlangga, yaitu Prasasti Calcuta.
Berdasarkan berita Cina diperoleh keterangan bahwa Raja Dharmawangsa pada tahun 990 – 992 M melakukan serangan terhadap Kerajaan Sriwijaya. Pada tahun 1016, Airlangga datang ke Pulau Jawa untuk meminang putri Dharmawangsa. Namun pada saat upacara pernikahan berlangsung kerajaan mendapat serangan dari Wurawuri dari Lwaram yang bekerjasama dengan Kerajaan Sriwijaya. Peristiwa ini disebut peristiwa Pralaya. Selama dalam pengassingan ia menyusun kekuatan. Setelah berhasil menaklukkan raja Wurawari pada tahun 1032 dan mengalahkan Raja Wijaya dari Wengker Pada tahun 1035 ia berhasil mengembalikan kekuasaan. Airlangga wafat pada tahun 1049 dan disemayamkan di Parthirtan Belahan, di lereng gunung Penanggungan. []

Sejarah Kerajaan Majapahit

Setelah Kertanegara terbunuh oleh Jayakatwang, 1292. Raden Wijaya menantu Kertanegara berhasil melarikan diri ke Madura untuk minta bantuan Arya Wiraraja, bupati Sumenep. Atas nasihat Arya Wiraraja, Raden Wijaya menyerahkan diri kepada Jayakatwang. Atas jaminan dari Arya Wiraraja, Raden Wijaya diterima dan diperbolehkan membuka hutan Tarik yang terletak di dekat Sungai Brantas. Dengan bantuan orang-orang Madura, pembukaan hutan Tarik dibuka dan diberi nama Majapahit.
Kemudian datanglah pasukan Tartar yang dikirim Kaisar Kubilai Khan untuk menghukum raja Jawa. Walaupun sudah mengetahui Kertanegara sudah meninggal, tentara Tartar bersikeras mau menghukum raja Jawa. Hal ini dimanfaatkan oleh Raden Wijaya untuk membalas dendam kepada Jayakatwang. Jayakatwang berhasil dihancurkan. Pada waktu tentara Tartar hendak kembali kepelabuhan, Raden Wijaya menghancurkan tentaraTartar, Setelah berhasil mengusir tentara Tartar, Raden Wijaya dinobatkan sebagai Raja Majapahit dengan gelar Sri Kertarajasa Jayawardhana pada tahun 1293.
Kertarajasa meninggal pada tahun 1309. Satu-satunya putra yang dapat menggantikannya adalah Kalagamet. la dinobatkan sebagai raja Majapahit dengan gelar Sri Jayanagara. Ia bukanlah raja yang cakap. Selain itu ia juga mendapatkan banyak pengaruh dari Mahapati. Akibatnya masa pemerintahannya diwarnai dengan adanya beberapa kali pemberontakan.
Pemberontakan yang paling berbahaya adalah pemberontakan Kuti, pada tahun 1319. Kuti berhasil menduduki ibukota Majapahit, sehingga Jayanagara harus melarikan diri ke desa Bedander yang dikawal oleh pasukan Bhayangkari dipimpin oleh Gajah Mada. Pemberontakan Kuti ini berhasil ditumpas oleh Gajah Mada. Karena jasanya Gajah Mada diangkat sebagai Patih Kahuripan. Pada tahun 1328 Jayanagara mangkat dibunuh oleh tabib istana, Tanca. Tanca kemudian dibunuh oleh Gajah Mada. Jayanagara tidak meninggalkan keturunan.
Karena Jayanagara tidak mempunyai keturunan, maka yang berhak memerintah semestinya adalah Gayatri atau Rajapatni. Akan tetapi Gayatri telah menjadi bhiksuni. Maka pemerintahan Majapahit kemudian dipegang oleh putrinya Bhre Kahuripan dengan gelar Tribhuwana Tunggadewi Jayawisnuwardhani. la menikah dengan Kertawardhana. Dari perkawinan ini lahirlah Hayam Wuruk. Pada tahun 1331 terjadi pemberontakan Sadeng dan Keta. Pemberontakan yang berbahaya ini dapat ditumpas oleh Gajah Mada. Karena jasanya Gajah Mada diangkat sebagai Patih Mangkubumi Majapahit. Pada saat pelantikan, Gajah Mada mengucapkan Sumpah Palapa.
Pada tahun 1350 M, lbu Tribhuwanatunggadewi, Gayatri meninggal. Sehingga Tribhuwana turun tahta. Penggantinya adalah putranya yang bernama Hayam Wuruk yang bergelar Rajasanagara. Di bawah pemerintahan Hayam Wuruk dengan Gajah Mada sebagai Mahapatihnya, Majapahit mencapai puncak kejayaannya. Dengan Sumpah Palapa-nya Gajah Mada berhasil menguasai seluruh kepulauan Nusantara ditambah dengan Siam, Martaban (Birma), Ligor, Annom, Campa dan Kamboja.
Pada tahun 1364, Patih Gajah Mada wafat ditempat peristirahatannya, Madakaripura, di lereng Gunung Tengger. Setelah Gajah Mada meninggal, Hayam Wuruk menemui kesulitan untuk menunjuk penggantinya. Akhirnya diputuskan bahwa pengganti Gajah Mada adalah empat orang menteri.
Hayam Wuruk wafat pada tahun 1389. Ia disemayamkan di Tayung daerah Berbek, Kediri. Seharusnya yang menggantikan adalah puterinya yang bernama Kusumawardhani. Namun ia menyerahkan kekuasaannya kepada suaminya, Wikramawardhana. Sementara itu Hayam Wuruk juga mempunyai anak laki-laki dari selir yang bernama Bhre Wirabhumi yang telah mendapatkan wilayah keuasaan di Kedaton Wetan (Ujung Jawa Timur). Pada tahun 1401 hubungan Wikramawardhana dengan Wirabhumi berubah mejadi perang saudara yang dikenal sebagai Perang Paregreg. Pada tahun 1406 Wirabhumi dapat dikalahkan di dibunuh. Tentu saja perang saudara ini melemahkan kekuasaan Majapahit. Sehingga banyak wilayah-wilayah kekuasaannya melepaskan diri.  []

SEJARAH KERAJAAN BANTEN

Setelah berhasil menduduki Banten, Fatahillah berkuasa didaerah tersebut. Sedangkan daerah Cirebon diserahkan kepada putranya bernama Pangeran Pasarean. Pada tahun 1522 Pangeran Pasarean wafat. Sehingga Fatahillah menyerahkan Banten kepada putranya Hasanuddin. Sedangkan Fatahillah memilih memerintah di Cirebon. Ia dikenal dengan sebutan Sunan Gunung Jati. Sultan Hasanuddin dikenal sebagai Sultan pertama di Banten berhasil memperluas daerah kekuasaannya ke Lampung. Pada tahun 1570 M, Sultan Hasanuddin wafat dan digantikan putranya bergelar Panembahan Yusuf.
Pada tahun 1579 M. Panembahan Yusuf berhasil menaklukkan Kerajaan Hindu terakhir di Jawa Barat, kerajaan Pakuan Pajajaran. Pada tahun 1580 M, Panembahan Yusuf wafat. la digantikan putranya yang masih berusia 9 tahun, yaitu Maulana Muhammad. Karena usianya terlalu muda, maka pemerintahan dipegang oleh seorang Mangkubumi sampai ia dewasa.
Pada masa pemerintahan Maulana Muhammad datanglah untuk pertama kalinya orang Belanda di Banten (Indonesia) dipimpin oleh Cornelis de Houtman tahun 1596. Pada tahun itu pula Maulana Muhammad memimpin pasukan Banten menyerang Palembang. Serangan ini gagal bahkan Maulana Muhammad tertembak dan akhimya wafat. la digantikan putranya bernama Abdul Mufakhir yang baru berumur 5 bulan. Oleh karena itu pemerintahan dipegang oleh seorang mangkubumi, yaitu Pangeran Ranamenggala, pada tahun 1608.
Pengganti Abdul Mutakhir adalah Abdul Fatah yang bergelar Sultan Ageng Tirtayasa. Ia merupakan raja terbesar Banten. Sultan Ageng Tirtayasa berhasil memajukan perdagangan. Sehingga Bandar Banten berkembang menjadi bandar internasional yang dikunjungi oleh kapal-kapal Persia, Arab, Cina, Inggris, Perancis dan Denmark. Akan tetapi Sultan AgengTirtayasa sangat anti VOC yang telah merebut Jayakarta dari Banten. Sehingga Belanda pun selalu berupaya menjatuhkan Banten.
Ketika terjadi perselisihan antara Sultan Ageng Tirtayasa dengan putranya Abdul Kahar yang dikenal sebagai Sultan Haji, Belanda mengambil kesempatan untuk melancarkan politik adu domba (devide et impera). Kesempatan itu datang ketika Sultan Haji dalam keadaan terdesak, Ia meminta bantuan VOC. Akhirnya pada tahun 1682 Sultan Ageng Tirtayasa menyerah, lalu ditawan di Batavia sampai wafatnya tahun 1692. Setelah itu, kerajaan Banten terus mengalami kemunduran dan akhirnya dikuasai sepenuhnya oleh Belanda pada tahun 1775. []

SEJARAH KERAJAAN DEMAK

Pada mulanya Demak dikenal dengan nama Glagah Wangi. Sebagai Kadipaten dari Majapahit, Demak dikenal juga dengan sebutan Bintoro. Kata Demak merupakan akronim yang berarti gede makmur atau hadi makmur yang berarti besar dan sejahtera. Faktor-faktor pendorong berdirinya Kerajaan Islam Demak adalah :
1. Runtuhnya Malaka ke tangan Portugis, sehingga para pedagang Islam mencari tempat persinggahan dan perdagangan baru, diantaranya Demak.
2. Raden Fatah sebagai pendiri Kerajaan Demak masih keturunan raja Majapahit, Brawijaya V, dalam perkawinannya dengan putri Ceumpa yang beragama Islam.
3. Raden Fatah mendapat dukungan dari para wali, yang sangat dihormati pada waktu itu.
4. Banyak adipati-adipati pesisir yang tidak puas dengan Majapahit dan mendukung Raden Fatah.
5. Mundur dan runtuhnya Majapahit karena Perang Paregreg.
6. Pusaka keraton Majapahit sebagai lambang pemegang kekuasaan diberikan kepada Raden Fatah. Dengan demikian Kerajaan Islam Demak merupakan kelanjutan dari Kerajaan Majapahit dalam bentuknya yang baru.
Pada tahun 1500 M, Raden Fatah melepaskan diri dari kekuasaan Majapahit. Raden Fatah mendirikan kesultanan Demak dengan gelar Sultan Alam Akbar al Fatah (1500 -1518 M). Pada tahun 1518 Raden Fatah wafat. la digantikan putranya bernama Adipati Unus (Muhammad Yunus. Pati Unus hanya memerintah selama tiga tahun. la meninggal dalam usia muda. Karena Pati Unus wafat tidak meninggalkan putra, maka ia digantikan oleh salah seorang adiknya bernama Raden Trenggana (1521 -1546 M).
Di bawah pemerintahan Sultan Trenggana, Demak mencapai puncak kejayaannya. Pada waktu itu Portugis mulai memperluas pengaruhnya ke Jawa Barat, bahkan mau mendirikan benteng dan kantor di Sunda Kelapa, dengan persetujuan raja Pajajaran, Samiam. Oleh karena itu pada tahun 1522 Demak mengirimkan pasukan ke Jawa Barat dipimpin oleh Fatahillah. la berhasil menduduki Banten dan Cirebon serta mengusir Portugis dari Sunda Kelapa pada tanggal 22 Juni 1527. Sejak itu Sunda Kelapa dirubah namanya menjadi Jayakarta.
Perluasan pengaruh ke Jawa Timur dipimpin langsung oleh Sultan Trenggana. Satu per satu daerah-daerah di Jawa Timur berhasil dikuasai seperti Madiun, Gresik, Tuban, Singosari dan Blambangan. Tetapi ketika menyerang Pasuruan pada tahun 1546, Sultan Trenggana gugur.
Setelah Trenggana wafat, terjadi perebutan kekuasaan antara Surawiyata atau Pangeran Sekar Seda ing Lepen (adik Trenggana) dengan Sunan Prawoto (putra Trenggana). Surawiyata berhasil dibunuh oleh utusan Sunan Prawoto. Putra Surawiyata bernama Arya Penangsang dari Jipang menuntut balas dan berhasil membunuh Sunan Prawoto.
Arya Penangsang kemudian menduduki tahta kerajaan Demak. Kekacauan kembali memuncak ketika Arya Penangsang membunuh adipati Jepara bernama Pangeran Hadiri. Ia adalah suami dari Ratu Kalinyamat, adik kandung Sunan Prawoto. Pembunuhan itu dilakukan karena Hadiri dianggap telah ikut campur dalam persoalannya dengan Sunan Prawoto.
Kalinyamat akhirnya mengangkat senjata memberanikan diri untuk melawan Arya Penangsang. Ia berhasil menggerakkan adipati-adipati dan pejabat lain untuk melawan Arya Penagsang. Akhirnya Arya Penangsang berhasil dibunuh oleh Ki Jaka Tingkir yang dibantu oleh Kyai Gede Pamanahan dan putra angkatnya Bagus Dananjaya serta Ki Penjawi dan Juru Mertani. Kemudian JakaTingkir naik tahta dengan gelar Sultan Hadiwijaya. Pusat pemerintahan dipindahkan dari Demak ke Pajang. []

SEJARAH KERAJAAN MATARAM ISLAM

Setelah runtuhnya kerajaan Demak, pusat pemerintahan dipindahkan ke Pajang oleh Sultan Hadiwijaya. Sedangkan Demak hanya sebagai kadipaten dari Kerajaan Pajang yang dipimpin oleh Arya Pangiri (Putra Prawoto). Kiai Ageng Pemanahan yang berjasa besar dalam membantu Hadiwijaya mendapat imbalan daerah Mataram. Dalam waktu singkat Mataram berkembang pesat. Namun pada tahun 1575 Kiai Ageng Pemanahan meninggal. Pemerintahannya diteruskan oleh putra angkatnya bernama Bagus Dananjaya atau Sutawijaya.
Sementara itu Sultan Hadiwijaya meninggal pada tahun 1582. Pangeran Benowo, Putra Hadiwijaya, disingkirkan oleh Arya Pangiri. Untuk merebut kembali kekuasaannya, Pangeran Benowo meminta bantuan, Sutawijaya dari Mataram. Pajang diserang dan akhirnya Arya Pangiri menyerah. Sedangkan Pangeran Benowo tidak sanggup untuk menghadapi Sutawijaya. Maka sejak tahun 1586 pusat pemerintahan dipindahkan dari Pajang ke Mataram oleh Sutawijaya.
Sutawijaya naik tahta Kerajaan Mataram dengan gelar Panembahan Senapati ing Alaga Sayyidin Panatagama (1586-1601). Masa pemerintahan Panembahan Senapati diwarnai dengan perang terus-menerus dalam rangka untuk menundukkan para bupati yang memberontak maupun untuk memperluas wilayah kekuasaannya. Sebelum usahanya tersebut selesai, Panembahan Senapati wafat pada tahun 1601. Ia dimakamkan di Kota gede. Penggantinya adalah putranya yang bernama Mas Jolang (1601 – 1613) dengan gelar Sultan Anyokrowati.
Pada masa pemerintahan Mas Jolang banyak bupati di Jawa Timur memberontak. Pemberontakan ini dihadapi dengan susah payah oleh Mas Jolang. Namun sebelum pemberontakan tersebut dapat diselesaikan pada tahun 1913, Mas Jolang wafat di Krapyak. Ia juga dimakamkan di Kota Gede. Penggantinya adalah putranya yang bernama Raden Mas Martapura. Tetapi karena sakit-sakitan, ia turun tahta dan digantikan oleh Raden Mas Rangsang.
Raden Mas Rangsang naik tahta dengan gelar Sultan Agung Hanyakrakusuma Senapati ing Alaga Ngabdurahman. Di bawah pemerintahannya Mataram mencapai puncak kejayaannya. Sultan Agung bercita-cita untuk mempersatukan Pulau Jawa. Akan tetapi, antara Mataram dan Banten terdapat Batavia, markas VOC, sebagai penghalang. Oleh karena itu pada tahun 1628 dan 1629 Sultan Agung mengirim pasukan yang dipimpin oleh Baurekso untuk menyerang VOC di Batavia yang sedang dipimpin oleh J.P. Coen, namun kedua serangan itu gagal.
Sultan Agung wafat pada tahun 1645 . la digantikan putranya yang bergelar Amangkurat I (1645 -1677). Pada masa pemerintahannya, Belanda mulai masuk ke daerah Mataram. Bahkan Amangkurat I menjalin hubungan baik dengan Belanda. Selain itu sikap Amangkurat I yang sewenang-wenang menimbulkan pemberontakan-pemberontakan. Pemberontakan yang paling berbahaya adalah pemberontakan Trunojoyo dari Madura. Dalam pertempuran itu Amangkurat I terluka dan dilarikan ke Tegalwangi, hingga meninggal.
Pada masa pemerintahan Amangkurat II (1677 – 1903) Kerajaan Mataram semakin sempit. Banyak daerah kekuasaannya yang diambil alih oleh VOC. Ibu kota kerajaan dipindahkan ke Kartasura. Setelah Amangkurat II meninggal, Kerajaan Mataram semakin suram. Hal ini disebabkan seringkali terjadi perebutan kekuasaan diantara kaum bangsawan.
Politik devide et impera Belanda menampakkan hasilnya ketika dilakukan Perjanjian Giyanti pada tahun 1755. Perjanjian tersebut bertujuan untuk meredam pemberontakan yang dipimpin oleh Mangkubhumi di Yogyakarta. Melalui perjanjian tersebut Kerajaan Mataram dipecah menjadi dua, yaitu :
1. Kesuhunan Surakarta, yang dipimpin oleh Susuhanan Paku Buwono III (1749-1788).
2. Kesultanan Yogyakarta (Ngayogyakarta Hadiningrat) dengan Mangkubumi sebagai rajanya, bergelar Sultan Hamengkubuwono I (1755 – 1792).
Sementara itu pemberontakan yang dilakukan oleh Mas Said (Pangeran Samber Nyawa) terhadap Surakarta. Untuk meredam perlawanan itu pada tahun 1757 diadakan perjanjian yang hampir sama dengan Perjanjian Giyanti, yaitu Perjanjian Salatiga. Isinya menobatkan Mas Said sebagai raja di wilayah Mangkunegaran yang ketika itu menjadi bagian dari Kasuhunan Surakarta, dengan gelar Pangeran Adipati Arya Mangkunegara.
Sejak tahun 1811 willayah jajahan Belanda di Indonesia jatuh ke tangan Inggris dengan tokohnya Thomas Stamford Raffles. Ia adalah seorang yang liberal dan tidak menyukai sistem feodalisme. Sehingga timbullah ketegangan antara Raffles dengan Keraton Yogyakarta. Akhirnya, pada tahun 1813, Raffles menyerahkan sebagian wilayah Yogyakarta kepada Paku Alam. Maka hingga kini kerajaan Mataram pecah menjadi empat kerajaan kecil, yaitu :
1. Kesuhunan Surakarta
2. Kesultanan Yogyakarta
3. Magkunegaran
4. Paku Alaman []

sumber http://sarisejarah.com/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s